Dongeng Walisongo : Sunan Muria Dan Maling Kapa

Dongeng Sunan Muria Dan Maling Kapa

Ki Ageng Ngerang adalah seorang tokoh masyarakat yang sangat dihormati. Ilmunya tinggi, kesaktiannya luar biasa. Anak turunya menjadi Pahlawan yaitu Nyai Ageng Ngerang. Murid-murid Ki Ageng Ngerang banyak sekali, diantaranya termasuk Sunan Kudus, Sunan Muria, Adipati Pathak warak, Kapa dan adiknya Gentiri Pada suatu hari Ki Ageng Ngerang merayakan keselamatan anaknya yang bernama Dewi Roroyono yang genap usia dua puluh tahun.

Malam itu rumah ki ageng ngerang penuh dengan tamu baik tetangga. Sunan muria adalah ahli ilmu agama yang ulung. Tak diragukan dari dalamnya pengetahaun agama beliau. Disamping beliau adalah seorang yang ahli ilmu kanuragan atau kesaktian. Sehingga banyak murid-murid dari jauh datang berguru kepada beliau. Salah seoarang muridnya yang terkenal cerdas adalah raden bagus rinangku putra salah seorang pangeran dari semarang.

Raden bagus rinangku disamping cerdas juga mempunyai wajah yang tampan sehingga putrid sunan muria yang yang bernama raden ayu nawangsih terpikat dan tergila-gila. Kedua muda-mudi itu itu saling berjanji akan mengarungi hidup bahagia bersama-sama. Apa saja yang terjadi keduanya tidak peduli,mereka akan tetap bersatu. Tekad kedua insan yang mabuk asmara itu diketahui sunan muria. Tentu saja sunan muria menjadi ramah, karena raden ayu nawangsih akan dijodohkan dengan muridnya yang bernama kyai cebolek. Dari sini terlihat kejanggalan. Sunan muria itu hidup di abad 15 masehi sedang kyai cobelek atau haji ahmad mutamakin itu hidup dijaman paku buwono (1727-1749 atau sekitar pertenahan abad delapan belas). Karena sudah jatuh hati kepada raden bagus rinangku maka raden ayu nawangsih tidak mau dijodohkan dengan kyai cobelek. Sunan muria tidak kekurangan akal.

Untuk memisahkan kedua sejoli itu raden raden bagus rinangku di beri tuas yang berat-berat.Diantaranya membasmi kawanan perampok yang sering mengganggu kawasan gunung muria. Kawanan perampok itu sering mengganggu penduduk bahkan banyak penduduk yang dibunuh secara sadis. Kalau raden bagus rinangku tidak hati-hati bisa saja dia mati dikeroyok oleh para perampok itu. Tapi pemuda itu dapat mengalahkan para perampok bahkan membuat insyaf kawanan rampok yang bernama Mashudi, orang tersebut bahkan menjadi alim. Dengan demikian sunan muria gagal menjatuhkan kedua sejoli yang di mabuk asmara. Untuk memisahkan lagi, bagus rinagku ditugaskan untuk menjaga burung (tungguk manuk).di sawah yang terletak di daerah masin. Pemuda itu melaksanakan tugasnya dengan senang hati.

Pada suatu hari sunan muria mengecek ke daerah masin. Apa benar raden bagus rinangku melaksanakan tugasnya dengan baik. Ternyata pemuda itu melalaikan tugasnya. Burung-burung dibiarkan makan padidi sawah yang menguning. Bukan hanya itu saja, raden bagus rinangku malah bermain asmara dengan raden ayu nawangsih di tengah sawah. Tentu saja sunan muria jadi marah. “Murid kurang ajar disuruh tungguk manuk malah bermain gila di tengah sawah !” hardik sunan muria. Apakah saya salah kanjeng sunan. Bukankah kanjeng sunan memerintah saya untuk menunggui burung ? bukan untuk menunggui sawah?” kilah pemuda itu dengan nakalnya. Sunan muria makin marah, dia yakin kalau muridnya sudah tahu maksudnya dan sengaja mempermainkan kata alias sengaja berdalih untuk mendebatnya.

Melihat kemarahan gurunya pemuda itu merasa takut. Lalu mohon maaf dan berjanji akan mengembalikan padi yang sudah habis dimakan burung. Sesaat dia berdo’ah dan ajaib padi yang telah habis dimakan burung kembali seperti semula. Sunan muria bukannya malah senang melihat kesaktian muridnya itu. Bagus rinangku justru dianggap telah sengaja pamer kesaktian dan sengaja menantangnya. “Bocah kurang ajar !” geram sunan muria dengan hati kesal. Kemudian beliau menarik panahnya. Diarahkan kepada bagus rinangku dengan tujuan hanya untuk menakuti nakuti saja. Tapi diluar dugaan panah itu terlepas tepat mengenahi dada bagus rinangku tembus ke punggungnya. Tewaslah anak muda yang kurang ajar itu. Melihat kekasuhnya mati raden ayu nawangsih ikut bela pati. Dia menubruk punggung kekasihnya dan anak panah yang mencuat itupun menembus perut raden ayu nawangsih. Saat itu pula matilah raden ayu nawangsih dihadapan ayahnya sendiri. Orang orang yang mengetahui kematian dua sejoli itu merasa kasihan. Hingga upacara penguburan jenazah selesai mereka masih berdiri di atas kuburan dengn isak tangis. Sunan muria kesal melihat kelakuan penduduk masin tersebut lalu berkatalah beliau, “kalian semua berdiri terpaku bagaikan pohon jati saja !”

Seketika orang-orang itu berubah menjadi pohon jati itu masih ada dan di keramatkan penduduk setempat. Demikianlah kisah yang menghina sunan muria itu. Jelas kisah atau dongeng itu hanya ciptaan kaum pembohong yang sengaja mendikreditan sunan muria selaku salah satu walisongo

 

 

sumber : anonymus

www.islamislami.com

Provided By: WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion. The only religion in the sight of God is Islam” “If anyone desires a religion other than Islam, never will it be accepted of him; and in the Hereafter, he will be in the ranks of those who have lost (their selves in the Hellfire). Editor in Chief : Audi Yudhasmara, Associate Editors: Sandiaz Yudhasmara Senior Advisory Editor: Dr Widodo Judarwanto, pediatrician, Dr Narulita Dewi SpKFR, email : audiyudhasmara@yahoo.com Phone: 021-29614252 Mobile Phone 08992355752 PIN BBM 7413A117 Komunikasi dan Konsultasi online https://www.facebook.com/pages/Islamislamicom TWITTER: @audiyudhasmara FACEBOOK: facebook: www.facebook.com/Audi.Yudhasmara . –www.facebook.com/mediaindonesiasehat *** Indonesia Medical Student – Facebook *** Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Copyright © 2016, WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Iklan

Satu respons untuk “Dongeng Walisongo : Sunan Muria Dan Maling Kapa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s