Waspadai 4 Alasan Tersembunyi Tokoh Islam Liberal

Jaringan Islam Liberal adalah forum terbuka untuk membahas dan menyebarluaskan konsep liberalisme Islam di Indonesia. Prinsip yang dianut oleh Jaringan Islam Liberal yaitu Islam yang menekankan kebebasan pribadi dan pembebasan dari struktur sosial-politik yang menindas. “Liberal” di sini bermakna dua: kebebasan dan pembebasan. Jaringan Islam Liberal percaya bahwa Islam selalu dilekati kata sifat, sebab pada kenyataannya Islam ditafsirkan secara berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan penafsirnya. Jaringan Islam Liberal memilih satu jenis tafsir, dan dengan demikian satu kata sifat terhadap Islam, yaitu “liberal”. Kaum liberal modern saat ini selalu dipelopori intelektual muda yang cerdas dan pintar yang berilmu tinggi dari perguruan tinggi Barat. Kaum Islam liberal atau islam progresif ini pada umumnya selalu memicu pertentangan dengan tokoh Islam lainnya karena dalam berbeda pendapat sering menyindir, memperolok bahkan mengejek dengan nada paling benar sendiri. Para kaum liberal ini dalam melakukan opini selalu berorientasi pada rasio pola pikir kecerdasannya tanpa menggunakan landasan rasionalitas Al Quran dan hadist. Bahkan rasio pemikiran mereka cenderung didominasi dengan pemikiran bahwa ajaran agama tidak lagi harus terpaku dengan teks-teks Agama (Al Quran dan Hadis). Pemikiran progresif Islam Liberal seringkali dilandasi dengan ajaran sekularisme dan pluralisme. Sejarah Konsepsi dan Penyimpangan tiga agenda JIL yang disorot adalah pengembangan teologi inklusif-pluralis dinilai menyamakan semua agama dan mendangkalkan akidah, isu penolakan syariat Islam dipandang bagian penghancuran global dan upaya penghancuran Islam fundamentalis dituding bagian proyek Amerika atas usulan zionis Israel. Tak pelak lagi hal yang dianggap sebagai penyimpangan ajaran itulah yang membuat MUI, Organisasi Islam di Dunia dan berbagai negara beramai ramai menolak Islam Liberal karena dianggap dapat meracuni akidah umat muslim di lingkungannya.

Penolakan gerakan liberal memiliki pandangan yang melenceng dari Islam dan ajaran syariah. Dalam kepercayaan Islam Liberal tersebut, ada konsep pluralisme, percaya bahwa isi pikiran manusia adalah ilham, dan meragukan keaslian Alqur’an, mempertanyakan interpretasi Alqur’an dan hadist. Ajaran liberal tersebut mendorong munculnya interpretasi baru dalam konsep beragama, mempertanyakan ajaran Nabi dan Rasul, hingga menimbulkan metode berbeda mengenai fiqih.

Menurut Syekh Abdullah al-Khatib dalam kitabnya “al Islam wa raddu ala hurriyatil fikri” menyatakan bahwa Tokoh Islam Liberal yang berfikiran bebas mempunyai agenda tersembunyi 

  1. Tokoh Islam liberal yang selalu berfikiran bebas mempunyai agenda tersembunyi untuk menggugurkan agama secara sepenuhnya dari pada masyarakat iaitu memisahkan agama dari pada pendidikan, menjauhkan syariat Islam dari pada kedudukannya sebagai sumber perundangan dan mengasaskan ekonomi di atas dasar riba.
  2. Tokoh Islam liberal yang selalu berfikiran bebas mempunyai agenda tersembunyi untuk menjauhkan fikrah atau pemikiran manusia daripada setiap yang mempunyai kaitan dengan ruh, wahyu dan alam ghaib dan daripada segala ikatan dengan akhlak, akidah dan keimanan kepada Allah.
  3. Tokoh Islam liberal yang selalu berfikiran bebas mempunyai agenda tersembunyi untuk memartabatkan ketuhanan akal, kebendaan, dan ketidakpercayaan kepada agama dan wahyu (ilhad) dalam setiap urusan kehidupan dan menjadikan Islam hanya sebagai agama rohani semata-mata dan menolak agama sebagai penentu dan pencorak perjalanan hidup bermasyarakat
  4. Agenda tersembunyi lainnya dari ideologi Islam Liberal adalah ketika Leonard Binder, penulis buku Islamic Liberalism dan seorang pakar politik beragama Yahudi dari Universiti Chicago mengakui bahwa sekularisme sebenarnya telah gagal di Timur Tengah (dunia Islam), oleh sebab itu kini barat memberikan konsep Islam Liberal untuk memperkuat liberalisme politik di negara-negara muslim. Buku ini (Islamic liberalism) mempersoalkan kemungkinan wujudnya Islam Liberal dan menyimpulkan bahawa tanpa liberalisme Islam yang kuat, maka liberalisme politik di Timur Tengah tidak akan berhasil.

sumber: wikipedia dan berbagai sumber lainnya

ARTIKEL TERKAIT LAINNYA:

www.islamislami.com

Provided By: WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion. The only religion in the sight of God is Islam” “If anyone desires a religion other than Islam, never will it be accepted of him; and in the Hereafter, he will be in the ranks of those who have lost (their selves in the Hellfire). Editor in Chief : Audi Yudhasmara, Associate Editors: Sandiaz Yudhasmara Senior Advisory Editor: Dr Widodo Judarwanto, pediatrician, Dr Narulita Dewi SpKFR, email : audiyudhasmara@yahoo.com Phone: 021-29614252 Mobile Phone 08992355752 PIN BBM 7413A117 Komunikasi dan Konsultasi online https://www.facebook.com/pages/Islamislamicom TWITTER: @audiyudhasmara FACEBOOK: facebook: www.facebook.com/Audi.Yudhasmara . –www.facebook.com/mediaindonesiasehat *** Indonesia Medical Student – Facebook *** Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Copyright © 2016, WWW.ISLAMISLAMI.COM The Truth Islamic Religion Network Information Education Network. All rights reserved


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s