Upaya Penerjemahan dan Penafsiran Al Qur’an

image

Al-Qur’an adalah kitab suci agama Islam. Umat Islam percaya bahwa Al-Qur’an merupakan puncak dan penutup wahyu Allah yang diperuntukkan bagi manusia dan bagian dari rukun iman yang disampaikan kepada Nabi Muhammad 
 melalui perantaraan Malaikat Jibril; dan wahyu pertama yang diterima oleh Nabi Muhammad adalah sebagaimana yang terdapat dalam Al-Qur’an surat Al-‘Alaq ayat 1-5.

Upaya Penetjemahan dan Penafsiran Al Qur’an

Upaya-upaya untuk mengetahui isi dan maksud Al Qur’an telah menghasilkan proses penerjemahan (literal) dan penafsiran (lebih dalam, mengupas makna) dalam berbagai bahasa. Namun hasil usaha tersebut dianggap sebatas usaha manusia dan bukan usaha untuk menduplikasi atau menggantikan teks yang asli dalam bahasa Arab. Kedudukan terjemahan dan tafsir yang dihasilkan tidak sama dengan Al-Qur’an itu sendiri.

Terjemahan

Terjemahan Al-Qur’an adalah hasil usaha penerjemahan secara literal teks Al-Qur’an yang tidak dibarengi dengan usaha interpretasi lebih jauh. Terjemahan secara literal tidak boleh dianggap sebagai arti sesungguhnya dari Al-Qur’an. Sebab Al-Qur’an menggunakan suatu lafazh dengan berbagai gaya dan untuk suatu maksud yang bervariasi; kadang-kadang untuk arti hakiki, kadang-kadang pula untuk arti majazi (kiasan) atau arti dan maksud lainnya.

Terjemahan dalam bahasa Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:

Al-Qur’an dan Terjemahannya, olehDepartemen Agama Republik Indonesia, ada dua edisi revisi, yaitu tahun 1989 dan 2002Terjemah Al-Qur’an, oleh Prof. Mahmud YunusAn-Nur, oleh Prof. Dr. T.M. Hasbi Ash-SiddieqyAl-Furqan, oleh A. Hassan guru Persatuan IslamAl-Qur’anu’l-Karim Bacaan Mulia, oleh Hans Bague Jassin

Terjemahan dalam bahasa Inggris antara lain:

The Holy Qur’an: Text, Translation and Commentary, oleh Abdullah Yusuf AliThe Meaning of the Holy Qur’an, olehMarmaduke Pickthall

Terjemahan dalam bahasa daerah Indonesia di antaranya dilaksanakan oleh:

Qur’an Kejawen (bahasa Jawa), oleh Kemajuan Islam JogyakartaQur’an Suadawiah (bahasa Sunda)Qur’an bahasa Sunda oleh K.H. QomaruddienAl-Ibriz (bahasa Jawa), oleh K. Bisyri Mustafa RembangAl-Qur’an Suci Basa Jawi (bahasa Jawa), oleh Prof. K.H.R. Muhamad AdnanAl-Amin (bahasa Sunda)Terjemahan Al-Qur’an dalam bahasa Bugis (huruf lontara), oleh KH Abdul Muin Yusuf (Pimpinan Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqaa Benteng Sidrap Sulsel)

Tafsir

Upaya penafsiran Al-Qur’an telah berkembang sejak zaman hidupnya Nabi Muhammad, saat itu para sahabat tinggal menanyakan kepada sang Nabi jika memerlukan penjelasan atas ayat tertentu. Kemudian setelah wafatnya Nabi Muhammad hingga saat ini usaha menggali lebih dalam ayat-ayat Al-Qur’an terus berlanjut. Pendekatan (metodologi) yang digunakan juga beragam, mulai dari metode analitik, tematik, hingga perbandingan antar ayat. Corak yang dihasilkan juga beragam, terdapat tafsir dengan corak sastra-bahasa, sastra-budaya, filsafat dan teologis bahkan corak ilmiah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s