Nabi Muhammad Sudah Diserukan Injil Ribuan Tahun Sebelumnya

image

Al-Qur’an surat Al-A’rof ayat 157-158 :

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِي كَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آَمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ (157) قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا الَّذِي لَهُ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ يُحْيِي وَيُمِيتُ فَآَمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ النَّبِيِّ الْأُمِّيِّ الَّذِي يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَكَلِمَاتِهِ وَاتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ (158)

“(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung. Katakanlah: “Wahai sekalian manusia sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang menghidupkan dan mematikan, maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah dia, supaya kamu mendapat petunjuk”. (QS. Al A’rof: 157-158).

Penemuan Injil kuno yang diyakini berusia 1500 tahun telah membuat heboh. Yang membuat gempar, Injil kuno tersebut ternyata memprediksi kedatangan Nabi Muhammad SAW sebagai penerus risalah Isa (Yesus) di bumi. Sebagian orang memprediksi injil tersebut adalah Injil Barnabas. Menurut mailonline,  injil yang tersimpan di Turki itu ditulis tangan dengan tinta emas menggunakan bahasa Aramik. Inilah bahasa yang dipercayai digunakan Yesus sehari-hari. Dan di dalam injil ini dijelaskan ajaran asli Yesus serta prediksi kedatangan penerus kenabian setelah Yesus. Alkitab kuno ini sekarang di simpan di Museum Etnografi di Ankara, Turki. 

Dalam Injil Barnabas memang diungkapkan tentang akan datangnya Rasul bernama Muhammad SAW, setelah Nabi Isa. Berikut ini isi Injil Barnabas yang menyebut tentang Nabi Muhammad:
Bab 39 Barnabas: ”Terpujilah nama-Mu yang kudus, ya Allah Tuhan kita… Tiada Tuhan Selain Allah dan dan Muhammad adalah utusan-Nya”.Masih pada bab 39 yang mengisahkan tentang Nabi Adam, nama Nabi Muhammad SAW juga disebut dalam dialog antara Nabi Adam dengan Tuhan. ”…Apa arti kata-kata, Muhammad utusan Allah, apakah ada manusia sebelum aku?”
Bab 41 Barnabas:  “Atas perintah Allah, Mikael mengusir Adam dan Hawa dari surga, kemudian Adam keluar dan berbalik melihat tulisan pada pintu surga ‘Tiada Tuhan Selain Allah dan Muhammad adalah Rasul Allah…”
Bab 44 Barnabas:
Pada bab ini Yesus atau Nabi Isa menyebut nama Nabi Muhammad. ”Oh, Muhammad Tuhan bersamamu…”
Bab 97 Barnabas: Yesus menjawab, “Nama Mesias sangat mengagumkan, karena Allah sendiri yang memberinya nama, ketika menciptakan jiwanya dan menempatkannya di dalam kemuliaan surgawi. Allah berkata: ‘Tunggu Muhammad; karena kamu Aku akan menciptakan firdaus, dunia, dan banyak  makhluk… Siapa pun yang memberkatimu akan diberkati, dan barangsiapa mengutukmuu akan dikutuk..”
Bab 112 BarnabasDalam bab ini Nabi Isa (Yesus) bercerita kepada Barnabas bahwa dirinya akan dibunuh. Namun, kata Nabi Isa, Allah aka membawanya naik dari bumi. Sedangkan orang yang dibunuh sebenarnya adalah seorang pengkhianat yang wajahnya diubah seperti Nabi Isa. Dan orang-orang akan percaya bahwa yang disalib itu adalah Nabi Isa. ”Tetapi Muhammad akan datang… Rasul Allah yang suci,” kata Nabi Isa. Nama Nabi Muhammad juga disebut pada Bab 136, 163, dan 220. Isi Injil Barnabas di atas dikutip dari barnabas.net

Beberapa ayat dalam injil yang menunjukkan bahwa Muhammad adalah rasul Allah yang diramalkan dalam Bible. Terdapat beberapa ahli kitab, Rabbi, pendeta Kristen, yang mengenali Muhammad S.A.W. bahwa dia adalah utusan dan rasul terakhir.

Yesaya, kitab Yesaya 29:12 dalam bible. Tertulis

 “dan ketika kitab itu diberikan kepada dia yang tidak dapat membaca dengan mengatakan: “Baiklah baca ini,” maka ia menjawab: “Aku tidak dapat membaca.” 

Ayat ini menunjukkan fakta ysng begitu luar biasa tentang Muhammad SAW.. Nabi Muhammad S.A.W. tidak dapat membaca dan tidak dapat menulis. Dia tidak belajar kitab suci, tidak seperti Yesus yang tumbuh bersama rabbi dan bahkan pada usia muda dia membuat kagum orang-orang dengan pengetahuan hukumnya. Tapi Muhammad hidup di dataran Arab, sebuah tanah pagan. Orang-orang tidak tahu tentang kitab suci kecuali beberapa suku Yahudi.Nabi Muhammad dijuluki ummi yang berarti tidak berpendidikan. Jadi sama persis seperti yang Bible katakan bahwa buku (salah satu nama Al-Qur’an adalah al-kitab yang berarti buku), diberikan kepada dia yang tidak bisa membaca (ummi) dengan mengatakan: “Baca ini” (Iqra). Ayat paling pertama yang Allah wahyukan kepada Nabi Muhammad S.A.W. seperti adalah Iqra yang berarti baca. 

Malaikat Gabriel (Jibril) datang kepada Nabi Muhammad S.A.W. ketika dia bermeditasi di Gunung Jabbal Nur dekat kota Mekkah. Dia duduk disana untuk menenangkan pikiran dari masalah yang menerpa penduduk Mekkah, yaitu masalah politeisme (menyembah berhala), dia pergi ke sana untuk memikirkan Tuhan. Pada bulan Ramadhan di saat Nabi Muhammad berumur 40 tahun, Malaikat Gabriel datang dan berkata “Iqra” (bacalah) namun Rasulullah berkata “Aku tidak bisa baca.” Sekali lagi malaikat Gabriel menyuruhnya membaca, tapi kali ini dia mencengkramnya dan Nabi Muhammad tetap mengatakan “Aku tidak bisa baca.” Kemudian malaikat Gabriel mencengkramnya lebih kuat dan mengatakan “Iqra” (bacalah). Nabi Muhammad berkata “Apa yang harus kubaca?” Inilah persis seperti yang dikatakan dalam Yesaya 29:12. 

Yesaya dalam 42:1-13, aku tidak akan membaca semuanya tapi hal itu menunjukkan tentang seseorang yang dicintai Tuhan dan dia disebutkan sebagai keturunan Kedar. Kedar adalah anak kedua dari Ishmael, nenek moyang Nabi Muhammad S.A.W. Tampak sangat jelas dari pernyataan ini, bahwa orang-orang Yahudi sedang menunggu akan seorang Nabi yang akan muncul dari Bani Israel yang merupakan keturunan Kedar. Nabi ini akan membawa hukum Tuhan dan dia seperti Musa.

Apakah ada nubuat tentang kedatangan Nabi Muhammad dalam Gospel? Sebenarnya ada sebuah ayat, dan ayat ini terasa kontroversial bahkan di kalangan orang-orang Kristen sendiri.

Gospel Yohanes 14:16 yang berbunyi:

“Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu Penolong lain, yang akan tinggal bersama kalian untuk selama-lamanya.” 

Jadi kata-kata aslinya dalam Bahasa Yunani adalah Paracletos. Lalu kata ini diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia menjadi “penolong.” Ada perbedaan pendapat tentang apakah makna sebenarnya dari kata ini? Tapi beberapa sarjana Kristen mengatakan bahwa kata itu dalam Bahasa Aramik berarti Ahmad. Ahmad sebuah julukan yang diberikan kepada Nabi Muhammad di dalam Alqur’an. Dan sebenarnya kata Ahmad dalam Bahasa Aramik berarti penolong atau sama dengan Bahasa Yunani “Paracletos“. Dan sangat menarik karena disebutkan bahwa “Dia akan tinggal bersama kalian untuk selama-lamanya.” Setelah Penolong terakhir ini datang, maka tidak ada lagi Penolong yang lain.

AlKitab (the original Hebrew scriptureas), tepatnya dalam Song of Solomon 5:16 yang teks aslinya berbahasa Ibrani (Hebrew) tertulis sebagai berikut:

חכו ממתקים וכלו  מחמד  ים זה דודי זה רעי בנות ירושלם

dibaca: “Hikko Mamtakkim DhekhulloMuhammadim, Zeedodi Vezer’i Benoq Yerussalam”
artinya: “Teramat manis tutur katanya; Ya, dia adalah Muhammad. Dia adalah kekasihku, dan dia adalah temanku, wahai putera-puteri Yerusalem.”

Untuk membuktikan apakah kata “מחמד”  adalah benar artinya Muhammad, silahkan cek secara online di situs yang jadi acuan referensi terjemahan dunia yakni http://www.freetranslation.com, pilih bahasa Hebrew dan terjemahkan ke bahasa Inggris (English), lalu masukkan kata “מחמד”, hasilnya silahkan Anda lihat sendiri.

Namun, tangan-tangan kotor para pendeta mereka, baik dari kalangan Yahudi dan Nasrani telah merubah-rubah isi kitab-kitab mereka (Zabur dan Injil) dengan cara mengganti, menambah dan menguranginya, termasuk ayat dalam Song of Solomon surat 5 ayat 16 ini atau versi Injil Indonesianya Kitab Kidung Agung 5:16, dimana kata “Muhammad” mereka hapus dan diganti dengan sebutan lain, yakni:

Nama nabi Muhammad dalam Injil versi Inggris
“His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is altogether lovely. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”

atau
Nama Nabi Muhammad dalam Injil King James Version
(English Translation)
“His mouth is most sweet: yea, he is altogether lovely. He is my beloved, and he is my friend, O daughters of Jerusalem.”
atau

Nama Nabi Muhammad dalam Injil bahasa Indonesia
“Kata-katanya manis semata-mata, segala sesuatu padanya menarik. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai putera-puteri Yerusalem.”

SEHARUSNYA TERTULIS:
“His voice and speech are exceedingly sweet; yes, he is Muhammad. This is my beloved, and this is my friend, O daughters of Jerusalem.”
atau
“His mouth is most sweet: yea, he isMuhammad. He is my beloved, and he is my friend, O daughters of Jerusalem.”
atau
“Kata-katanya manis semata-mata, dia adalah Muhammad. Demikianlah kekasihku, demikianlah temanku, hai putera-puteri Yerusalem.”

Yohanes 15:26 : “Aku akan mengutus kepadamu Penolong yang berasal dari Bapa. Dialah Roh yang akan menyatakan kebenaran tentang Allah. Apabila Ia datang, Ia akan memberi kesaksian tentang Aku” 

Dengan kata lain, Nabi Muhammad bersaksi tentang Yesus (Nabi Isa) persis seperti yang ada di dalam Al-Qur’an. Dan Allah menetapkan bahwa kita tidak bisa menjadi seorang muslim kecuali mengimani para rasul termasuk Yesus (Nabi Isa), karena dia adalah seorang Rasul Tuhan dan seorang messiah bagi Bani Israel, berbeda dengan pemahaman orang Kristen yang menganggapnya sebagai Tuhan atau anak Tuhan. 

Yohanes 14:26 tertulis:

“tetapi Penolong, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam namaku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah kukatakan kepadamu.”

Yohanes 16:7-14 tertulis:

“Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak pergi, Penolong itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku akan mengutus Dia kepadamu. Kalau Ia datang, Ia akan menyatakan kepada dunia arti sebenarnya dari dosa, dari apa yang benar, dan dari hukuman Allah.” 

Beberapa umat Kristen mengatakan bahwa sang penolong adalah Roh Kudus. Tapi ini tidak benar karena Yesus berkata “Jikalau aku tidak pergi, penolong itu tidak akan datang” sedangkan Roh Kudus mendampingi Yesus dan murid-muridnya. Jadi Penolong itu bukanlah Roh Kudus. 

Sedangkan umat Muslim meyakini bahwa Roh Kudus adalah Malaikat Gabriel (Malaikat Jibril). Ruhul Qudus adalah Roh Kudus. Ruh = Roh, Qudus=Kudus. Malaikat Jibril adalah malaikat penyampai wahyu. Jadi wahyu yang baru/Roh Kudus tidak akan datang, kecuali kalau Yesus telah tiada. Jadi Yesus harus pergi agar penolong Muhammad S.A.W. datang.

Dan dikatakan “Kalau ia datang, ia akan menyatakan kepada dunia arti sebenarnya dari dosa, dari apa yang benar, dan dari hukuman Allah. Akan dosa, karena mereka tidak percaya kepada-Ku” yang berarti mereka tidak percaya kepada Yesus sebagai messiah sebagaimana diramalkan dalam gospel. “Akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa dan kamu tidak akan melihat aku lagi.” Dengan kata lain, jika tidak ada rasul yang diutus, maka manusia akan kehilangan arah. “Tetapi apabila ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya.” Apakah kalian ingat yang tertulis dalam Ulangan 18:18, bahwa “Ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, dia tidak berbicara oleh kemauannya sendiri, dia berbicara dari apa yang diwahyukan kepadanya.” Yesus terus mengulang-ulang kata itu. “Dan dia akan menunjukkanmu hal-hal yang akan datang” yang berarti nubuat-nubuat Nabi Muhammad tentang masa depan. “Ia akan memuliakan Aku”  yang berarti dia akan berbicara jujur tentang siapa Yesus yang sebenarnya “Sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari padaku.”

Rudolf Bultmann dalam bukunya “Gospel of John: A Commentary” menulis: “Paraclete (penolong) adalah figur yang sama dengan Yesus. Dan hal ini sendiri mengkonfirmasi kesimpulan bahwa bukti-buktinya cocok untuk keduanya (baik untuk Yesus maupun “penolong”), jadi dia pasti seperti Yesus. Dan sangat jelas dari Yohanes 14:16, bahwa akan ada 2 paraclete, yaitu Yesus dan orang setelahnya.”  . Jadi gambaran Sang Penolong begitu cocok dengan Nabi Muhammad S.A.W.

Bible: Yohanes 1:21
“Apakah kau Kristus?” Apakah kau Elia? Apakah kau nabi itu?” (Bible: Yohanes 1:21)
. Jadi sangat jelas 3 nabi yang mereka tanyakan adalah “Sang Messiah, sang Elia yang seharusnya datang lagi, dan sang nabi.” Dan tentu Yesus adalah seorang messiah. Yesus juga mengatakan bahwa Yohanes Pembabtis adalah Elia. Jadi ada satu lagi yang belum datang yaitu “Nabi itu.”

Nabi itu merujuk kepada ramalan dalam kitab Ulangan bab 18:18  “Lalu berkatalah TUHAN kepadaku: Apa yang dikatakan mereka itu baik. Seorang nabi akan Kubangkitkan bagi mereka dari antara saudara mereka, seperti engkau ini; Aku akan menaruh firman-Ku dalam mulutnya, dan ia akan mengatakan kepada mereka segala yang Kuperintahkan kepadanya. Orang yang tidak mendengarkan segala firman-Ku yang akan diucapkan nabi itu demi nama-Ku, dari padanya akan Kutuntut pertanggungjawaban.”   (Bible: Ulangan 18:18)

Dalam ayat di atas, Tuhan berbicara kepada Musa bahwa Dia akan mengirimkan seorang nabi, yang mirip seperti Musa, yang taat pada Tuhan. Bagi orang-orang yang tidak mengikutinya, maka Tuhan akan meminta pertanggung jawaban dari mereka dan Tuhan akan membalas dendam pada orang-orang itu. Jadi sangat jelas “Nabi itu” yang mereka harapkan. Jadi messiah telah datang, Elia telah datang, tapi tinggal satu lagi yang belum datang yaitu “Nabi itu.”

Siapa nabi itu yang telah diramalkan di 18:18? Dikatakan bahwa “Dari saudara mereka.” Siapa saudara dari Bani Israel? Kita dapat mengetahuinya dari Kitab Kejadian 16:12 dan juga Kitab Kejadian 25:18. Semua ayat ini mengacu kepada Israelites (Bani Israel) sebagai saudara dari Ishmaelites. Dan dalam kamus Bahasa Ibrani Bible, dijelaskan bahwa n“saudara ” berarti sekumpulan orang yang mengacu pada kerabat dekat dari Israelites (Bani Israel).”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s