Ahok Larang Pemakaian Jilbab di Sekolah Jakarta, Umat Muslim Meradang

Dihadapan 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Ahok melarang Sekolah Negeri di Jakarta mewajibkan siswi muslim mengenakan Jilbab. Larangan memaksa siswi Muslim untuk mengenakan jilbab disampaikan Ahok keyika memberikan pengarahan kepada 1.700 kepala sekolah TK, SD, SMP, SMA, SMK, dan pejabat struktural eselon III serta IV di lingkungan Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Gedung Yayasan Buddha Tzu Chi, Sabtu, 4 Juni 2016.

Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa sekolah di wilayah DKI Jakarta dilarang memaksa siswi muslim mengenakan Jilbab. Ahok beralasan bahwa mengenakan jilbab merupakan panggilan iman yang tidak boleh dipaksakan. Larangan serupa pernah juga Ahok berlakukan ketika menjadi Bupati Belitung Timur. “Tempat saya itu 93 persen Muslim. Tiba-tiba, semua guru mewajibkan semua muridnya berkerudung. Padahal, kerudung itu kan panggilan iman,” ujar Ahok seperti dilansir Kompas, sabtu (4/6/2016). Meskipun melarang pemaksaan jilbab bagi siswi muslim, Ahok menolak kalau dianggap dirinya anti terhadap ajaran agama Islam. 

Ahok Jangan Ajari Umat Muslim

Larangan pemakaian Jilbab tersebut menjadi aebagian umat muslim meradang dan banyak menimbulkan kontroversi luas. Salah satunya Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengecam pernyataan Ahok yang melarang sekolah negeri di Jakarta mewajibkan siswi muslim mengenakan jilbab. “Keliru kalau Pak Ahok melarang usaha sekolah yang mewajibkan siswinya mengenakan jilbab saat Ramadhan, karena itu instrumen pelatihan untuk umat Islam,” ujar Dahnil sebagaimana dilansir Republika.co.id, Ahad (5/6/2016). Dahnil meminta Ahok untuk tidak teralu ikut campur dengan ajaran agama Islam dengan mengajarkan pemahaman soal jilbab kepada umat Islam. “Yang harus dipahami itu adalah sebuah kewajiban dan instrumen latihan. Memang betul itu (pemakaian jilbab) adalah panggilan iman, tapi untuk anak-anak harus dilatih. Ada proses pendidikan dan pelatihan di sana,” jelas Dahnil.

Anggota DPRD DKI Syarif mengingatkan agar Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak asal berkomentar.  “Ahok kalau gak paham Islam, sebaiknya diam. Jangan semua dikomentari, apalagi mau intervensi soal ini (jilbab). Sekarang ini bulan puasa lho, masyarakat butuh ketenangan,” kata Syarif , di gedung DPRD DKI, Jakarta, seperti yang dilansir terpong.com Senin (6/6/2016). Lebih jauh, Poitisi Gerindra ini mengaku tidak habis pikir dengan cara-cara Ahok mengatur masalah yang bersinggungan dengan ajaran atau budaya umat Islam. Pasalnya, kata Syarif, untuk yang kesekian kalinya Ahok terkesan sengaja ‘menggangu’ ketenangan pengamalan ajaran Islam. “Ini ada apa Ahok? Ngapain dia ikut-ikutan mengatur umat Islam? Saya protes keras!,” tegas Syarif.

Sumber: Kompas, replubika. Dan sumber lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s