Salat Subuh, Keutamaan dan Tata caranya

wp-1448669777856.jpgSalat Subuh atau salat Fajar  adalah salah satu salat wajib dari salat lima waktu yang dilakukan pada saat fajar sampai menjelang matahari terbit. Salat Subuh didahului oleh salat sunah fajar sebanyak 2 rekaat.

Sholat subuh merupakan sholat dua rakaat yang dilaksanakan saat cahaya putih muncul di ufuk timur sampai matahari belum terbit di sebelah ufuk barat.Jumlah rakaat sholat subuh adalah 2 rakaat yang akan diakhiri dengan satu salam. Namun para rakaat kedua sholat subuh umat muslim diwajibkan untuk membaca doa qunut. Doa qunut itu dibaca ketika masuk ke gerakan I’tidal.

Keutamaan Salat subuh:

  • Lebih baik dari dunia dan seisinya Shalat subuh lebih baik daripada dunia seisinya“Dua rakaat shalat subuh, lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR.Muslim dan Ahmad) Mengenai shalat dua rakaat sunah sebelum subuh Rasulullah bersabda, “Dua rakaat itu lebih aku sukai daripada dunia seluruhnya.” (HR.Muslim)
  • Pembeda Antara Yang Mukmin Dan Yang Munafik Ada hadist HR. Imam Malik yang mengatakan sabda dari Rasullullah berikut ini “batas antara kita dengan orang-orang yang munafik adalah yang menghadiri shalat isya dan subuh.” Hal itu dikarenakan orang munafik tidak akan sanggup untuk menghadiri kedua shalat tersebut. Oleh sebab itu sholat subuh sangat pnting dalam penegakan agama. Ibnu Umar RA juga mengatakan seperti ini “Ketika kami tidak melihat seseorang ketika melakukan shalat subuh atau isya secara berjamaah, kami langsung berprasangka buruk kepadanya.”
  • Untuk Kelapangkan Rezeki Fungsi dan manfaat sholat subuh adalah sebagai pelapang rezeki. Hal tersebut diperkuat dengan nasehat orangtua yang melarang anaknya untuk bangun terlalu siang, kata orang tua jaMan dahulu jika bangun terlalu siang nanti rezeki dipatok ayam. Memang nasehat tersebut adalah benar dan dibernakan oleh islam. Hal itu dikarenakan Allah akan membagikan rezeki bagi umat NYA antara shalat subuh sampai dengan terbitnya matahari di sebelah ufuk timur.
  • Mendapatkan Perlindungan, Penjagaan Dan Pemeliharaan Umat msulim yang sedang melaksanakan shalat subuh akan berada di dalam perlindungan, penjagaan dan juga pemeliharan oleh Allah SWT. Hal itu berdasarkan Hadist Riswayat Muslim seperti berikut ini: “Barangsiapa yang melaksanakan shalat subuh dia telah ada dalam jaminan Allah. Maka janganlah sampai Allah kembali menarik jaminan NYA dari tubuh kalian dengan sebab apa pun. Sebab siapapun yang Allah cabut jaminan NYA darinya dengan sebab apa pun, pasti akan tercabut juga. Setlah itu Allah akan menelungkupkan mukanya ke dalam neraka Jahanam.”
  • Pahala Yang Besar Pahala menjalankan shalat fardhu itu sangat besar dan adzab orang yang meninggalkan shalat fardhu sangat pedih. Pahala bagi orang yang melaksanakan shalat subuh tertama yang berjamaah akan setara dengan shalat malam semalam suntuk. Sesuai dengan HR.Muslim seperti berikut ini:“Barangsiapa yang melakukan shalat isya secara berjamaah maka dia seperti melakukan shalat malam separuh malam. Dan barangsiapa yang melakukan shalat subuh secara berjmaah maka dia akan menadapatkan pahala setara dengan shalat malam semalam penuh atau semalam suntuk.”
  • Terjauhkan Dari Api Neraka Orang yang rajin melakukan shalat subuh berjamaah di masjid akan dihindarkan dari siksaan api neraka. Seperti sabda Rasulullah dalam hadistnya seperti berikut ini:  “Tidak akan masuk neraka orang yang melaksanakan shalat subuh sebelum matahari terbit dan sebelum matahari tenggelam.” ( HR. Muslim )
  • Subuh Adalah Kunci Kemenangan Orang yang rajin melaksanakan shalat subuh secara berjamaah bisa mendapatkan kunci kemenangan. Seperti sabda Rasulullah yang diriwayatkan oleh Bukhari seperti ini: “Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau akan menundanya sampai tiba waktunya subuh.”
  • Penyabab masuk surga Shalat subuh adalah penyebab orang masuk surgaNabi SAW bersabda, “Siapa yang melaksanakan dua shalat bardain dia masuk syurga” (HR.Bukhari). Shalat bardain adalah shalat subuh dan ashar. Disebut Al Bardain (dua waktu dingin) karena keduanya dilaksanakan pada waktu dinginnya siang, tepatnya pada kedua ujung siang ketika suasana teduh dan tidak ada terik panas.
  • Shalat subuh akan mendatangkan nikmat berupa bisa melihat wajah Allah yang mulia“Apabila penghuni syurga telah memasuki syurga. Allah berfirman,’Apakah kalian ingin aku beri tambahan ?’ Mereka menjawab,’Bukankan Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankan Engkau telah memasukkan kami ke dalam syurga? Dan Engkau selamatkan kami dari neraka?’ Rasulullah melanjutkan,”Kemudian dibukalah tabir, maka tidak ada lagi nikmat yang lebih besar daripada nikmat bisa melihat Rabb mereka. Inilah nikmat tambahan itu.” Lalu beliau membaca surat Yunus : 26 yang artinya: “Bagi orang-orang yang berbuat baik ada pahala yang terbaik jannah dan tambahannya.” (HR.Muslim)
  • Shalat subuh adalah suatu syahadah khususnya bagi yang konsisten memeliharanya“Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu shalat subuh dan ashar setelah itu malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit. Lalu Allah bertanya kepada mereka – dan dia lebih tahu tentang mereka – ,’Bagaimana kalian tinggalkan hamba-hambaku?’ Mereka menjawab,’Kami menginggalkan mereka dalam keadaan shalat dan kami datang kepada mereka ketika mereka shalat’” (HR.Bukhari)
  • Shalat subuh adalah kunci kemenangan“Bahwa Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari) Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab.Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai Muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia’” Tentara Yahudi menjawab,”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”
  • Standar Nilai Sebuah Umat Sholat subuh juga dijadikan sebagai standar nilai bagi sebuah umat yang ada di bumi ini. Umat yang lalai untuk melaksanakan sholat subuh berjamaah merupakan umat yang tidak berhak untuk memiliki kejayaan namun berhak untuk digantikan dengan umat yang lain. Umat yang menjaga shalat subuhnya secara berjamaah merupakan umat yang berhak untuk berdiri kokoh dan tegak di atas muka bumi ini. Jika umat islam tidak menjaga shalat subuhnya, umat islam akan kehilangan kewibawaan, kehilangan kemuliaan, kehilangan kehormatan dan juga kejayaan.

Tata Cara

Tata cara Sholat subuh sama dengan tata cara sholat fardhu lainnya. Namun  yang berbeda adalah sholat subuh ini saat I’tidal membaca doa qunut sedangkan sholat yang lainnya tidak menggunakan doa qunut. Jumlah rakaat salat subuh adalah dua rakaat dengan bacaan yang panjang. Adapun waktu salat subuh dimulai sejak menyingsingnya fajar, atau redupnya bintang karena cahaya matahari hingga mulai nampak terbitnya matahari. Menurut pandangan Imam Syafii pada rekaat kedua salat fajar disertai dengan doa qunut setelah bangkit dari rukuk. Berikut ini adalah tata cara sholat subuh yang harus diketahuiwp-1448669777856.jpg

  • Niat Syarat syahnya sholat yang pertama adalah niat. Setiap amalan yang ada di dalam islam pasti ada niatnya masing-masing. Hal itu dikarenakan saat mengucapkan niat, Allah akan mengetahui ketulusan dan keikhlasan hamba NYA dalam melakukan amalan tersebut. Selain itu niat yang diucapkan bisa membuat Allah tahu amalan apa yang akan kita lakukan. Ada dua macam niat ketika akan melakukan shalat subuh. Yaitu niat shalat subuh yang dilakukan sendiri, niat menjadi makmum dan niat shalat subuh menjadi imam saat sholat berjamaah. Berikut ini adalah bacaan niat sholat subuh yang harus dketahui :Niat sholat subuh yang harus dibaca adalah berikut ini :اُصَلّى فَرْضَ الصُّبْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً للهِ تَعَالَى Bunyi bacaan niat di atas adalah “ushollii fardhosh shubhi rok’ataini mustaqbilal qiblati adaa-an  lillaahi ta’aala.” Artinya: “aku niat sholat fardhu subuh dua rakaat menghadap kiblat karena Allah ta’ala.
  • Takbiratul Ikhram Setelah membaca bacaan niat untuk shalat subuh. Tata cara yang kedua adalah melakukan takbiratul ikhram. Takbiratul ikhram bisa dilakukan dengan cara seperti berikut ini :
    • Jari-jari di sebelah tangan kanan merenggang dan menggenggam pergelangan tangan yang sebelah kiri.
    • Setelah takbiratul ikhram selesai, posisi tangan sedekap berada di atas pusar. Posisi tangan kanan berada di atas tangan kiri.
    • Saat tangan berada di samping telinga, diharuskan mengucapkan takbir atau “Allahu akbar”
    • Mengangkat kedua tangan. Posisi kedua telapak tangan ada di samping telinga.
  • Membaca Doa Iftitah Doa iftitah merupakan doa yang diucapkan sebelum membaca surat al-fatihah pada saat rakaat pertama saja. Sehingga doa ifittah ini pada saat rakaat kedua tidak akan dibaca. Doa iftitah terbagi menjadi dua macam yaitu bacaan doa iftitah berdasarkan muhammadiah atau doa iftitah berdasarkan NU.
  • Membaca Surat Al-Fatihah Jangan meremehkan surat al-fatihah dalam shalat. Hal itu dikarenakan surat al-fatihah dalam sholat merupakan syarat syahnya sholat sehingga jika surat al-fatihah tidak dibaca maka sholat tersebut tidak bisa diterima shalatnya. Bacaan surat al-fatihah adalah
    • Ayat Pertama ; berbunyi “bismillaahirrahmaanirrahiim”. Artinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
    • Ayat Kedua ; berbunyi “alhamdulillaahirabbil’aalamiin”. Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.”
    • Ayat Ketiga ; berbunyi “arrahmaanirrahiim”. Artinya: “yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.”
    • Ayat Keempat ; berbunyi “maalikiyawmiddiin”. Artinya: “yang menguasai di hari pembalasan.”
    • Ayat Kelima ; berbunyi “iyyaakana’ buduwa-iyyaakanasta’iin”. Artinya: “hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.”
    • Ayat Keenam ; berbunyi “ihdinaashshiraathalmustaqiim”. Artinya: “tunjukilah kami jalan yang lurus.”
    • Ayat Ketujuh ; berbunyi “shiraathalladziina an’amta ‘alayhim ghayril maghdhuubi ‘alayhim walaadhdhaalliin”. Artinya: “yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat
  • Membaca Surat Pendek Setelah membaca al-fatihah,langkah selanjutnya adalah membaca surat pendek. Surat pendek yang dibaca sebaiknya surat al-falaq yang artinya adalah subuh dan pada rakaat kedua membaca surat al-ikhlas.
  • Ruku’ Ruku’ adalah gerakan sholat dimana badan membungkuk, punggung lurus, kedua tangan  memegangi kedua buah lutut, punggung dan bagian kepala rata, kemudian membaca doa ruku.
  • I’tidal Setelah bangun dari ruku’ umat muslim akan melakukan gerakan sholat bermana I’tidal. Gerakan I’tidal adalah posisi bangun dari ruku kemudian berdiri tegak, posisi kedua tangan sejajar dengan posisi kedua telinga. Setelah itu membaca doa I’tidal.
  • Membaca Doa Qunut Setelah selesai melakukan I’tidal pada rakaat yang kedua, umat muslim yang mengerjakan shalat subuh dianjurkan untuk membaca doa qunut. Doa qunut merupakan bacaan yang disunnahkan sehingga jika dilakukan umat muslim yang membacanya akan mendapatkan pahala. Doa qunut dibaca ketika posisi orang yang sedang melakukan shalat masih berdiri dalam gerakan I’tidal.
  • Sujud Sujud adalah gerakan shalat yang mengangkat kedua tangan kemudian dia melakukan sujud. Sujud ini dahi harus berada di bumi yang dimaksud bumi di sini adalah lantai, sajadah di tempat sholat dan sebagainya. Setelah posisi dahi di bumi kemudian membaca doa sujud.
  • Duduk Di Antara Dua Sujud Gerakan ini diberi nama duduk di antara dua sujud sebab gerakan sholat itu ada di antara dua sujud yang dilakukan oleh umat muslimyang sedang sholat. Posisi duduk di antara dua sujud yang benar adalah dengan menindih kaki kiri dan menegakkan kaki terutama jempol kaki pada bagian kaki kanan. Gerakan shalat yang tepat juga bisa menyempurnakan amalan shalat orang yang melakukannya.
  • Sujud Setelah melakukan duduk di antara dua sujud, akan dilakukan sujud kembali dengan membaca doa sujud.
    • Tasyahud Pada rakaat kedua, setelah sujud umat muslim yang sedang shalat akan melakukan duduk tasyahud akhir. Tatacara duduk tasyahud akhir yang benar adalah sebagai berikut ini :
    • Duduk pada bagian pangkal paha yang sebelah kiri, posisi kaki kiri keluar dari bagian bawahnya. Posisi kaki kanan dalam posisi tegak.
    • Tangan kanan di letakkan di atas paha sebelah kanan, posisi jari-jari tangan tersebut dalam posisi menggenggam namun jari telunjuk dalam keadaan menjuntai.
    • Jari telunjuk akan ditegakkan ketika membaca doa tasyahud berbunyi illalaah. Kebanyakan orang akan menegakkan jari telunjuknya ketika bacan sholawat dimulai atau ketika doa tasyahud berbunyi laa ilaaha. Jari telunjuk yang benar ditegakkan saat doa tasyahud berbunyi illallah.
    • Posisi tangan kiri diletakkan pada bagian paha kiri dengan posisi jari-jari tangan yang mengembang.
  •  Salam Tata cara sholat yang terakhir adalah mengucapkan salam. Jari telunjuk diturunkan / tidak dalam posisi tegak ketika ucapan salam dibaca. Kepala akan menengok ke kanan sambil mengucapkan salam, kemudian kepala menengok ke kiri sambil mengucapkan salam. Setelah salam selesai diucapkan akan dilanjutkan dengan bacaan dzikir setelah sholat.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s