Zakir Abdul Karim Naik, Pendakwah Yang Paling Ditakuti Umat lain

wp-1459255388352.jpgZakir Abdul Karim Naik adalah seorang pembicara umum Muslim India, dan penulis hal-hal tentang Islam dan perbandingan agama. Secara profesi, ia adalah seorang dokter medis, memperoleh gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) dari Maharashtra, tapi sejak 1991 ia telah menjadi seorang ulama yang terlibat dalam dakwah Islam dan perbandingan agama. Ia menyatakan bahwa tujuannya ialah membangkitkan kembali dasar-dasar penting Islam yang kebanyakan remaja Muslim tidak menyadarinya atau sedikit memahaminya dalam konteks modernitas. Zakir dalam ceramahnya sering mengungkapkan fakta kebenaran Islam dengan membandingkan dengan kitab lainnya. Rasionalitas pemikiran Zakir itulah yang membuat pihak agama lain merasa ditelanjangi dan diungkapkan ketiak benaran dan kesalahan kesalahannya. Bahkan tidak jarang umat non muslim masuk Islam hanya karena mendengar ceramah Zakir. Bila digunakan rasionalitas umum maka banyak orang merasa terganggu dan merupakan ancaman besar bagi kepercayaan agama mereka. Hal itu yang membuat banyak pihak terusik dan melarang penceramah yang sedang dihebohkan dunia itu berceramah ke berbagai negara. Pendakwah yang juga dokter medis itu telah dilarang berceramah di dua negara lain, yakni Kanada dan Inggris. Meskipun penulis buku tentang Islam dan perbandingan agama ini sering juga bicara soal kesamaan antara Hindu dan Islam atau Islam dan agama lain.

Zakir Naik adalah pendiri dan presiden Islamic Research Foundation (IRF), sebuah organisasi nirlaba yang memiliki dan menyiarkan jaringan saluran TV gratis Peace TV dari Mumbai, India. Zakir Naik lahir pada tanggal 18 Oktober 1965 di Mumbai, India dan merupakan keturunan Konkani. Ia bersekolah di St. Peter’s High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar MBBS-nya di University of Mumbai. Tahun 1991 ia berhenti bekerja sebagai dokter medis dan beralih di bidang dakwah atau proselitisme Islam

Naik mengatakan ia terinspirasi oleh Ahmed Deedat yang telah aktif di bidang dakwah selama lebih dari 40 tahun. Menurut Naik, tujuannya adalah “berkonsentrasi pada remaja Muslim berpendidikan yang mulai meragukan agamanya sendiri dan merasa agamanya telah kuno” dan adalah tugas setiap Muslim untuk menghilangkan kesalahpahaman tentang Islam untuk melawan apa yang ia anggap sebagai bias anti-Islam oleh media Barat setelah serangan 11 September 2001 terhadap Amerika Serikat.  Ia telah berceramah dan menulis sejumlah buku tentang Islam dan perbandingan agama juga hal-hal yang ditujukan untuk menghapus keraguan tentang Islam. Sejumlah artikelnya juga sering diterbitkan di majalah India seperti Islamic Voice.

Thomas Blom Hansen, seorang sosiolog yang memegang posisi akademik di berbagai universitas, telah menulis bahwa gaya Naik mengabadikan Qur’an dan hadits dalam berbagai bahasa, dan bepergian ke berbagai negara untuk membicarakan Islam bersama para teolog, telah menjadikannya sangat terkenal di lingkungan Muslim dan non-Muslim. Meskipun ia biasa berbicara kepada ratusan hadirin, dan kadang ribuan hadirin, justru rekaman video dan DVD ceramahnya yang banyak didistribusikan. Perkataannya biasa direkam dalam bahasa Inggris, untuk disiarkan pada akhir pekan di sejumlah jaringan TV kabel di lingkungan Muslim Mumbai, dan di saluran Peace TV, which he co-promotes.  Topik yang ia bicarakan mencakup: “Islam dan Ilmu Pengetahuan Modern”, “Islam dan Kristen”, dan “Islam dan Sekularisme”, di antara yang lain.

Dr.Zakir Naik, president of the Islamic Research Foundation of India, mendapat penghargaan King Faisal International Prize (KFIP) untuk kategori Service to Islam atau Pelayanan untuk Islam. Pengumuman disampaikan oleh Gubernur Mekkah, Pangeran Khaled Al Faisal dan Sekretaris Jenderal KFIP, Abdullah Othaimeen di Al Khozama Center Riyadh, Saudi Arabia pada hari Selasa malam (03/02/2015) King Faisal Award merupakan anugerah tahunan yang disponsori King Faisal Foundation kepada orang-orang yang berdedikasi dan memberi kontribusi yang positif dengan lima kategori, Service to Islam, Islamic studies, Arabic Linguage and Literature, Science, Medicine. Pertama kali diberikan pada tahun 1979. Dari Indonesia sendiri tercatat Dr. Mohammad Natsir pernah menerima peng- hargaan ini untuk kategori Service to Islam pada tahun 1980. Hadiah Medali Emas 200 Gram dan Uang 2,4 Milyar Bersama empat penerima penghargaan lainnya, masing-masing mendapat hadiah sertifikat, medali emas seberat 200 gram serta uang tunai senilai SR750.000 atau setara 2,4 milyar rupiah (kurs 1 riyal = 3200 rupiah). Dr. Zakir Naik dinilai sebagai ilmuwan Islam diluar Arab yang terkenal mempunyai keahlian dalam bidang ilmu perbandingan agama. Pendiri channel TV dengan nama Peace TV ini merupakan satu-satunya siaran di dunia yang mengkhususkan acara pada perbandingan agama dengan jumlah penonton yang cukup besar. Videonya di Youtube juga tersebar cukup banyak.

Mengapa Hafalannya Luarbiasa:

  • Bagi yang sering menonton video ceramah Dr Zakir Naik akan melihat bagaimana dia menjawab pertanyaan peserta dengan sangat mengagumkan yang menunjukkan kekuatan daya hafalnya terhadap dalil Al-Qur’an maupun kitab agama lain.
  • Dalam sebuah video YouTube, di depan ribuan orang, seorang perempuan bernama Wandena mengajukan pertanyaan kepada Dr Zakir Naik, “bagaimana cara Dr Zakir Naik menghafal sehingga hafalannya terhadap dalil (Al Quran maupun kitab agama lain) sangat fenomenal?” Dr Zakir Naik menjawab,” Saudari ini bertanya bahwa hafalanku sangat fenomenal dan ini adalah pemberian Allah Subhanahu wa Ta’ala. Apakah ada ayat Al Qur’an yang membicarakan tentang hafalan?
  • Selama ini orang-orang bertanya padaku, apakah rahasianya? Apakah engkau memiliki chip komputer? Apa rahasianya? Rahasianya ada di dalam Al Quran (Dr Zakir Naik sambil mengangkat mushaf). Dalam pelatihan program dakwah yang saya ajarkan pada murid-muridku, saya sebutkan ada tiga hal yang harus diperhatikan.
    • Yang pertama, disebutkan dalam Quran surat Ali Imran ayat 160 bahwasanya “Jika Allah menolong kamu, maka tidak ada orang yang bisa mengalahkanmu. Jika Allah membiarkanmu, maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu selain dari Allah. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal”. Jadi yang pertama, bertawakal kepada Allah.
    • Yang kedua, disebutkan dalam Surat Al Ankabut ayat 69. “Jika kamu berjihad untuk (mencari keridhaan) Allah, Allah akan benar-benar menunjukkan kepadamu jalanNya.” Jadi yang kedua adalah kerja keras.
    • Dan yang ketiga, Allah berfirman dalam surat Al Anbiya ayat 7 dan surat An Nahl ayat 43. “Maka bertanyalah kepada ahli ilmu jika kamu tidak mengetahui.” Yang ketiga bersifat teknis. Teknik yang kami coba dalam pelatihan program dakwah kami, orang-orang bertanya padaku, Zakir, apa tekniknya? saya katakan ada tiga teknik terpenting
      • yang pertama adalah beriman kepada Allah.Nomor satu adalah beriman kepada Allah. Dan semua teknik ilmu Anda yang ada di dunia, kamu tahu berapa banyak muridku yang bergelar MBA. Pada awalnya mereka adalah murid yang baik kemudian akhirnya mereka kembali lagi ke bawah.
      • Allah Subhanahu wa Ta’ala penolong terbaik melebihi dari bentuk apapun atau teknik segitiga dan apapun bentuknya. Bagaimana cara mendapat pertolongan Allah? yaitu jika kamu berjuang di jalan-Nya. Kamu berjuang di jalan-Nya niscaya kamu mendapat kesuksesan. Dalam pelatihan kami, saya mengajarkan kepada murid-murid menghafal surat dan ayat ini, bagaimana berceramah dan mengelola tanya jawab.
      • Dan sebelum saya memulai ceramah, saya selalu membaca doa sebagaimana dalam Surat Thaha ayat 25-28. Yang artinya, “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataanku.”

Ceramah, debat dan kontroversi

  • Naik telah mengadakan banyak debat dan ceramah di seluruh dunia, ia biasa mengadakannya di Mumbai, India, dan setiap tahun sejak 2007 ia memimpin Konferensi Damai 10 hari di Somaiya Ground, Sion, Mumbai dengan cendekiawan lainnya, termasuk politikus Malaysia, Anwar Ibrahim pada 2008.
  • Tahun 2004, Naik mengunjungi Selandia Baru dan kemudian ibu kota Australia atas undangan Islamic Information and Services Network of Australasia. Dalam konferensinya di Melbourne, menurut jurnalis Sushi Das, “Naik memuji superioritas moral dan spiritual Islam dan mencerca kepercayaan lain dan bangsa Barat secara umum”, menambahkan bahwa kata-kata Naik “mendorong jiwa keterpisahan dan memperkuat pemisahan”.
  • Bulan 1 April 2005, Naik terlibat dalam debat dengan William Campbell, topiknya ialah Islam dan Kristen dalam konteks ilmu pengetahuan, di mana keduanya membicarakan dugaan kesalahan ilmiah di dalam kitab suci.
  • Khushwant Singh, seorang jurnalis India, mengatakan bahwa kata-kata Naik “kejam” dan “mereka jarang masuk debat tingkat sarjana perguruan tinggi, di mana kontestan bersaing dengan yang lainnya untuk memperoleh nilai terbaik”.
  • Analis politik Khaled Ahmed menganggap bahwa Zakir Naik, menurut klaim superioritas Islam terhadap keyakinan religius lain, mempraktikkan apa yang ia sebut Orientalisme mundur.  Dalam sebuah ceramah di Melbourne University, Naik mengatakan bahwa hanya Islam yang memberikan wanita kesamaan sejati. Ia menyatakan pentingnya penutup kepala dengan menganggap bahwa “pakaian Barat yang terbuka” membuat wanita lebih mungkin mengalami pelecehan seksual.
  • Tanggal 21 Januari 2006, Naik mengadakan sebuah dialog antaragama dengan Sri Sri Ravi Shankar. Acara ini mengenai konsep Tuhan dalam Islam dan Hinduisme, tujuannya ialah memberikan kesepahaman antara dua agama besar India, dan mengeluarkan kesamaan antara Islam dan Hinduisme, seperti bagaimana berhala dilarang. Diadakan di Bangalore, India dengan 50.000 orang memadati Palace Grounds.
  • Bulan August 2006, kunjungan dan konferensi Naik di Cardiff (Britania Raya) menjadi obyek kontroversi ketika MP (anggota parlemen) Wales David Davies meminta acaranya dibatalkan. Ia menyebutnya seorang ‘penjual kebencian’, dan mengatakan pandangannya tidak pantas memperoleh ‘platform publik’; Muslim dari Cardiff, mempertahankan hak berbicara Naik di kota mereka. Saleem Kidwai, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Wales, tidak setuju dengan Davies, menyatakan bahwa “orang-orang yang mengenalnya (Naik) tahu bahwa ia adalah salah satu orang paling tidak kontroversial yang pernah ada. Ia berbicara tentang kesamaan antar agama, dan bagaimana kita harus hidup selaras dengan mereka”, dan mengundang Davies untuk membicarakan lebih jauh dengan Naik secara pribadi di konferensi ini. Konferensi tetap berjalan, setelah dewan Cardiff mengatakan bahwa mereka senang apabila ia tidak berceramah dengan pandangan ekstremis
  • Setelah sebuah ceramah oleh Paus Benediktus XVI bulan September 2006, Naik menantang debat publik langsung dengannya, tetapi ditolak oleh Sri Paus.
  • Bulan November 2007, IRF mengadakan konferensi dan pameran Islam internasional 10 hari bertemakan Konferensi Damai di Somaiya Ground di Mumbai. Ceramah tentang Islam dilaksanakan Naik juga dua puluh cendekiawan Islam lainnya dari seluruh dunia.
  • Selama salah satu ceramahnya, Naik memprovokasi kemarahan di antara anggota komunitas Syiah di konferensi itu ketika ia menyebutkan kata-kata “Radhiyallah taa’la anhu” (berarti ‘Semoga Allah mengampuninya’) setelah menyebut nama Yazid I dan menyebutkan bahwa Pertempuran Karbala hanya berdasarkan politik. Lainnya mempercayai komentar ini disengaja.
  • Dalam terbitan 22 Februari 2009, Indian Express membuat daftar “100 Orang India Terkuat 2009” di antara satu miliar penduduk India, Zakir Naik masuk peringkat 82. Dalam daftar khusus “10 Guru Spiritual Terbaik India”, Zakir Naik ada di peringkat 3, setelah Baba Ramdev dan Sri Sri Ravi Shankar, menjadi satu-satunya Muslim di daftar ini.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s