Jauhilah Ulama Su’, Siapakah Dia ?

Ulama Su’, Siapakah Dia ?

ulama su’ atau ulama dunia adalah ulama hitam
ulama akhirat atau ulama agama adalah ulama putih

ulama su’ bukan hanya menguasai ilmu agama
ulama su’ bisa menguasai ilmu di luar ilmu agama
ulama su’ juga ilmuwan dalam bidang apapun

Allah sudah memfirmankan
Wahai orang yang beriman, kenapa kalian mengatakan apa yang tidak kalian lakukan?’

Rasulullahpun sudah mengatakan
ada sesuatu yang aku khawatirkan pada kalian daripada selain Dajjal
yakni ulama yang jahat
tujuan Dajjal hanya menyesatkan orang lain
ulama su’ memalingkan orang lain daripada dunia melalui ucapan dan perkataannya
ulama su’ mengajak orang mencintai dunia melalui perbuatan dan perilaku kesehariannya.

Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi berpesan ulama jahat adalah dengan ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia, mendapatkan pangkat dan kedudukan

kebinasaan bagi umatku (datang) dari ulama su’ mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa mereka untuk mendapatkan keuntungan bagi diri mereka sendiri. Allah tidak akan memberikan keuntungan dalam perniagaan mereka itu. (HR al-Hakim)

Rasulullah mengingatkan
ulama akhirat adalah kepercayaan para rasul selama mereka tidak bergaul dengan penguasa dan tidak asyik dengan dunia
ulama dunia bergaul dengan penguasa dan asyik dengan dunia maka mereka telah mengkhianati para rasul
karena itu, jauhilah mereka. (HR al-Hakim) .

Rasulullah berpesan
ingatlah, sejelek-jelek keburukan adalah keburukan ulama dan
sebaik-baik kebaikan adalah kebaikan ulama. (HR ad-Darimi) .

Nabi Muhammad bersabda
siapa yang makan dengan (memperalat) ilmu
Allah membutakan ke dua matanya dan neraka lebih layak untuknya. (HR Abu Nu‘aim dan ad-Dailami)

Imam Syafi’i berwasiat
perhatikanlah panah-panah musuh ditujukan kepada siapa
maka akan menunjukimu siapa pengikut kebenaran
nanti di akhir zaman akan banyak ulama yang membingungkan umat
sehingga umat bingung memilih mana ulama warosatul anbiya dan
mana ulama Suu’ yang menyesatkan umat
ikutilah ulama yang dibenci kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik
jauhilah ulama yang disenangi kaum kafir, kaum munafiq, dan kaum fasik
karena ia ia akan menyesatkan mu, menjauhi mu dari keridhoan Allah

Imam Ghazali berpesan
bencana bagi umatku (datang) dari ulama sû’
ulama su’ dengan ilmunya bertujuan mencari kenikmatan dunia, meraih gengsi dan kedudukan
ulama su’ adalah tawanan setan
ulama su’ telah dibinasakan oleh hawa nafsunya dan dikuasai oleh kesengsaraannya
ulama su’ membahayakan umat dari beberapa sisi
ulama su’ menjerumuskan umat karena mengikuti ucapan- ucapan dan perbuatan-perbuatannya.
ulam su’, pena dan lisannya mengeluarkan kebohongan dan kedustaan
ulama su’ sombong, mengatakan sesuatu yang tidak ia ketahui

Sayyidina Umar Bin Khoththob ra berkata
sesungguhnya paling mengkhawatirkannya yang aku khawatirkan dari umat ini
adalah para munafiq yang berilmu
bagaimana orang munafiq tapi ia alim?
ulama dunia itu alim dalam lisannya tapi tidak dalam hati dan amaliahnya

Imam Al-Ghazali mengingatkan
ulama dunia karena kerendahan kedudukan mereka
ulama dunia menggunakan sesuatu yang terpuji untuk sesuatu yang tercela
Mereka meraih ilmunya bertujuan untuk kesenangan dunia
hidup senang dengan perhiasan dunia, menghias rumah dengan permadani mewah, menggantungkan gorden padanya, menghiasi diri dengan pakaian indah, dan
memperindah rumah dengan kasur yang elok
mendapatka dengan ilmunya (pangkat dan kedudukan) yang tinggi (pada penduduk) dunia
ulama dunia menjadikan ilmunya sebagai jalan untuk memperkaya diri
ulama dunia menyombongkan diri dengan kedudukan
ulama dunia membanggakan diri dengan banyaknya pengikut.
ulama dunia terperosok lubang tipu daya karena ilmunya itu dengan tujuan hajat duniawinya terpenuhi.
ulama dunia di tengah kehinaan itu merasa dalam batinnya memiliki tempat mulai di sisi Allah
ulama dunia bergaya dengan gaya ulama dan berpenampilan soal pakaian dan ucapan sebagaimana penampilan ulama
ulama dunia secara lahir batin menerkam dunia semata.
Orang ini termasuk mereka yang celaka dan mereka yang dungu lagi terpedaya.
Tiada harapan untuk pertobatannya karena ia sendiri merasa sebagai orang baik (muhsinin).

Imam Ghazali berwasiat
bahasa tubuh lebih efektif daripada bahasa verbal
tabiat manusia menurut tabiatnya lebih cenderung membantu pada perbuatan dibanding mengikuti perkataan
mafsadat yang ditimbulkan oleh perilaku ulama jahat yang terpedaya ini lebih banyak dibanding kemaslahatan yang ditimbulkan oleh perkataannya
orang awam takkan nekat mencintai dunia tanpa sebab kenekatan dari ulamanya
ulama dunia, ilmunya menjadi sebab atas kenekatan hamba Allah yang lain dalam bermaksiat
ulama dunia, nafsunya saat demikian mempermainkan dirinya, menghadirkan impian, memberi harapan, mendorongnya untuk mengungkit-ungkit atas ilmunya di sisi Allah
ulama dunia memberinya ilusi bahwa ia lebih baik daripada sekian banyaknya hamba Allah yang lain

ulama su’ tidak memiliki integritas pribadi
ulama su’tidak memiliki tanggung jawab intelektual.
ulama su’ memiliki niat duniawi
ulama su’ menyalahgunaan ilmu pengetahuan

ulama kaya belum tentu ulama su’
agama tidak membatasi ulama untuk miskin atau sederhana.
Ulama boleh memiliki rumah, pakaian, dan kendaraan yang bagus.

kita harus berbaik sangka pada ulama akhirat
tanpa berburuk sangka pada ulama dunia lainnya
kita harus mencari ulama akhirat
tanpa menghina ulama dunia lainnya

tanpa perlu memperolok ulama dunia
tetapi harus meninggalkannya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s