KLIK QURAN DIGITAL

MUI : Umat Islam Haram Rayakan Hari Valentine

Fatwa MUI : Umat Islam Haram Rayakan Hari Valentine

MUI : Umat Islam Haram Rayakan Hari Valentine

MUI Jawa Timur (Jatim) menyarankan umat Islam yang berada di daerahnya tidak merayakan hari Valentine. Fatwa haram merayakan hari Valentine itu tertuang dalam fatwa MUI Jatim Nomor: Kep.03/SKF.MUI/JTM/I/2017 tentang Hukum Merayakan Hari Valentine Bagi Orang Islam. Di dalam fatwa tersebut disebutkan bahwa umat Islam haram mengikuti merayakan hari Valentine. Isi fatwanya seperti itu.

Terdapat empat alasan utama yang menjadi pertimbangan MUI mengharamkan umat Islam merayakan hari Valentine.

  1. Pertama, kegiatan Valentine bukan tradisi Islam.
  2. Kedua, di dalam kegiatan Valentine banyak hal yang bisa mengarah pada perbuatan tidak baik. “Jadi misalnya ada praktik pergaulan bebas dan sebagainya, berarti kita mendorong ke sana,” kata dia.
  3. Ketiga, kata Ainul, MUI harus berperan ikut menutup segala hal yang berpotensi pada keburukan pada perayaan Valentine.
  4. Keempat tidak boleh ikut menyiarkan sesuatu yang menimbulkan keburukan tadi,” lanjutnya.

Oleh karena itu, pihaknya menganjurkan umat Islam tidak turut serta merayakan dan ikut dalam nuansa kegembiraan perayaan hari Valentine.
“Orang Islam enggak usah ikut-ikutan lah. Di sini disebutkan mengikuti dan berpartisipasi dalam perayaan hari Valentine bagi orang Islam hukumnya haram,” jelasnya

MUI Pusat Haramkan

Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat menyatakan, perayaan Valentine Day atau Hari Kasih Sayang, hukumnya haram. Pasalnya, momentum yang dirayakan setiap 14 Februari itu, lebih banyak diisi dengan hal-hal buruk dan tidak bermanfaat, seperti, pesta dan mabuk-mabukkan. Pernyataan tersebut ditegaskan Ketua Komis Fatwa MUI KH Ma’ruf Amin kepada wartawan di Jakarta, Rabu (13/2/2008). “Kalau dilihat perayaannya, tidak mengelurkan fatwa secara khusus pun, itu sudah haram karena banyak yang pesta-pesta, mabuk-mabukan. Jadi, menurut saya, perayaan tersebut sudah haram,” ujar Kiai Ma’ruf.

BACA:   Ilmu Fiqih: Maslahah Meraih Manfaat, Hindarkan Kemudharatan.

Rais Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu, hukum haram bukan pada Valentine Day-nya, melainkan perayaan yang dilakukan masyarakat. “Bukan valentine-nya. Namun, cara memperingatinya yang haram karena sudah banyak yang menyimpang,” terangnya. Ia menambahkan, MUI akan membicarakan secara khusus tentang permasalahan tersebut, terutama berkaitan dengan apakah pihaknya perlu mengeluarkan fatwa secara khusus atau tidak. “Orang pasti tahu kalau perayaan sudah di luar aturan agama, pasti itu haram. Namun, untuk menjaganya, kita akan lakukan kajian terlebih dahulu,” tandasnya.

MUI Pakanbaru haramkan

Pendapat senada dikemukakan Ketua MUI Pekanbaru, Ilyas Husti. Ia mengimbau kepada masyarakat Riau agar tidak merayakan Valentine Day. “Kita mengimbau kepada umat muslim yang ada di Riau agar tidak merayakan hari valentine itu. Karena hal itu bertentangan dengan ajaran Islam,” terangnya. Ilyas meminta agar masyarakat, terutama generasi muda Islam tidak terjebak kepada budaya Barat itu. Apalagi, selama ini, generasi penerus bangsa, dalam merayakan hari Valentine itu, dirayakan dengan melakukan hal maksiat. Untuk menghindari perbuatan yang bertentangan dengan hukum Islam, MUI mengajak seluruh lapisan masyarakat agar bersama-sama membentengi diri dengan iman dan takwa kepada Allah.

MUI Gresik : Dukung Haramkan Valentine

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik, Jawa Timur, melarang perayaan hari kasih sayang atau “Valentine Day” yang biasa dirayakan setiap tanggal 14 Februari. Larangan yang ditujukan kepada umat islam di Gresik ini disampaikan langsung oleh Ketua MUI Gresik K.H. Mansoer Sodiq selepas acara dialog tentang sertifikasi ulama bersama Kapolres Gresik dan Dandim Gresik, Selasa (7/2/2017).
Kiai Mansoer mengatakan, bahwa larangan itu meneruskan fatwa haram MUI Jawa

Timur pada 27 Januari 2017. Alasannya, perayaan hari Valentine buka budaya umat Islam, tapi budaya barat yang seharusnya tidak dirayakan oleh masyarakat Gresik.
“Saya sepakat mendukung fatwa dari MUI Jatim, bagaimana pun juga tidak boleh ada atribut yang biasa digunakan oleh umat agama lain, kemudian umat Islam ikut menggunakan itu sama saja dengan kita menyerupai mereka akhirnya jatuhnya ya haram,” kata Kiai Mansoer.
Selain melarang umat Islam di Gresik merayakan Valentine, pihak MUI Gresik juga menghimbau agar masyarakat terutama para pedagang di Kabupaten Gresik agar tidak ikut menjual pernak pernik dan atribut bernuansa Valentine.
“Bagi pedagang yang yang beragama Islam ya lebih baik tidak menjual dan mempromosikan, sebab hukumnya juga sama yaitu haram,” tegasnya

BACA:   Kristologi : Kisah Mengharukan Masuk Islam Stelah Berdebat Dengan Ustadz Munzir Situmorang

MUI (Majelis Ulama Indonesia) Kabupaten Jombang menyatakan pandangan keagamaannya bahwa perayaan hari valentine (valentine’s day) yang jatuh pada 14 Februari setiap tahunnya tidak perlu dirayakan. Bahkan MUI sudah mengeluarkan fatwa haram untuk memperingati hari tersebut.

“Tidak perlu dirayakan, MUI Pusat sudah mengeluarkan fatwa bahwa perayaan valentine itu haram,” kata KH Cholil Dahlan, Ketua MUI Kabupaten Jombang ditemui di kantor Yayasan Darul Ulum Rejoso, Rabu (8/2/2017).

MUI menyatakan bahwa valentine itu bukan budaya asli Indonesia yang cenderung menjerumuskan pada kebiasaan melanggar norma. Di samping itu, perayaan valentine yang identik dengan bertemunya pasangan sejoli (laki-laki dan perempuan) dinilai hanya akan menimbulkan perbuatan maksiat.

“Segala perbuatan yang mengarah pada sesuatu yang diharamkan, hukumnya tetap haram. Seperti zina, mendekati zina saja kita dilarang. Apalagi melakukannya. Begitu juga dengan valentine yang termasuk perbuatan mendekati zina,” jelas Kiai Cholil.

Kiai yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Rejoso ini mengimbau supaya masyarakat tidak merayakan hari valentine tersebut. Terutama kalangan muda-mudi yang biasanya merayakan momentum ini. “Jangan, ini tidak usah dirayakan. Ini bukan budaya kita,” ujarnya.

Kiai Cholil juga berharap lembaga pendidikan terlibat dalam memberikan pemahaman kepada pelajar supaya tidak merayakan valentine. “Kami memang belum mengirimkan surat resmi tentang fatwa haram peringatan valentine ini, tapi kami berharap semua pihak ikut aktif mensosialisasikan. Termasuk sekolah dan pemerintah daerah,” pungkasnya




.


.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *