January 15, 2021

KLIK QURAN

THE TRUTH WAY OF LIFE

Ilmu Fiqih Islam: Apakah Istihsan itu ?

3 min read

 

Istihsan  adalah kecenderungan seseorang pada sesuatu karena menganggapnya lebih baik, dan ini bisa bersifat lahiriah (hissiy) ataupun maknawiah; meskipun hal itu dianggap tidak baik oleh orang lain. atau dapat diartikan dengan penangguhan hukum seseorang mujtahid dari hukum yang jelas ( Qur’an, sunnah, Ijma’ dan qiyas ) ke hukum yang samar-samar ( Qiyas khafi, dll ) karena kondisi/keadaan darurat atau adat istiadat.

Istihsan memiliki banyak definisi di kalangan ulama Ushul fiqih. Diantaranya adalah:

Mengeluarkan hukum suatu masalah dari hukum masalah-masalah yang serupa dengannya kepada hukum lain karena didasarkan hal lain yang lebih kuat dalam pandangan mujtahid.
Dalil yang terbetik dalam diri seorang mujtahid, namun tidak dapat diungkapkannya dengan kata-kata. Meninggalkan apa yang menjadi konsekwensi qiyas tertentu menuju qiyas yang lebih kuat darinya.Mengamalkan dalil yang paling kuat di antara dua dalil.

Bentuk-bentuk Istihsan

1. Istihsan Qiyasi. Istihsan Qiyasi adalah suatu bentuk pengalihan hukum dari ketentuan hukum yang didasarkan kepada qiyas jali kepada ketentuan hukum uang didasarkan kepadaqiyas khafi, karena adanya alasan yang kuat untuk mengalihkan hukum tesebut. Alasan kuat yang dimaksud adalah kemaslahatan.

2. Istihsan Istisna’i.  Istihsan Istisna’i adalah qiyas dalam bentuk pengecualian dari ketentuan hukum yang berdasarkan prinsip-prinsip khusus. Istihsan bentuk kedua ini dibagi menjadi lima, yaitu:

Istihsan dengan nash. Maknanya adalah pengalihan hukum dari ketentuan yang umum kepada ketentuan lain dalam bentuk pengecualian, kaerna ada nash yang mengecualikannya, baik nash tersebut Al-Qur’an atau Sunnah.
Istihsan dengan ijma’. Maknanya adalah terjadinya sebuah ijma’—baik yang sharih maupun sukuti—terhadap sebuah hukum yang menyelisihi qiyas atau kaidah umum.

Istihsan dengan kedaruratan. Yaitu ketika seorang mujtahid melihat ada suatu kedaruratan atau kemaslahatan yang menyebabkan ia meninggalkan qiyas, demi memenuhi hajat yang darurat itu atau mencegah kemudharatan.
Istihsan dengan ‘urf atau konvensi yang umum berlaku. Artinya meninggalkan apa yang menjadi konsekuensi qiyas menuju hukum lain yang berbeda karena ‘urf yang umum berlaku—baik ‘urf yang bersifat perkataan maupun perbuatan Istihsan dengan maslahah al-mursalah.Yaitu mengecualikan ketentuan hukum yang berlaku umum berdasarkan kemaslahatan, dengan memberlakukan ketentuan lain yang memenuhi prinsip kemaslahatan.

BACA:   Pendapat ulama dan Dalil hadits Qunut Shubuh

 




.


.

loading...

Материалы по теме:

Doa Memohon Perlindungan Untuk Anak Kecil Dari Ganguan Jin
Doa Memohon Perlindungan Untuk Anak Kecil Dari Ganguan Jin ﺍﻋﻴﺬ ﻜﻤﺎ ﺑﻜﻠﻤﺎﺖ ﺍﷲ ﺍﻠﺘﺎﻤﺔ ﻤﻦ ﻜﻝ ﺸﻴﻁﺎﻦ ﻭﻫﺎﻤﺔ ﻭﻤﻦ ﻜﻝ ﻋﻴﻦ ﻻﻤﺔ U'iidzukumaa bikalimaatillaahit taammati mi ...
INDEKS AL QURAN ONLINE : Muhjizat Al Quran dalam Ilmu Pengetahuan PERPUTARAN MATAHARI DAN BULAN
Salah satu hal yang luar biasa dari Alquran adalah ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya dan hal itu tidak ada di mukjizat-mukjizat para nabi ...
Paul Pogba si Bintang Manchester United, Ungkapkan Alasannya Masuk Islam
Bintang Manchester United, Paul Pogba, mengaku bahwa Islam telah telah membuka pikirannya dan menjadikan dirinya lebih baik. Paul Pogba adalah salah satu pesepak bola ...
An Nisa 59 Ayat Quran Yang Paling Banyak Dicari di Google. Inilah tafsirnya
Ayat Quran yang paling banyak dicari di Google menurut Key Word Tool adalah QS An Nisa 59
BACA:   Inilah Keutamaan Surat Al-Baqarah
  An-Nisa, ayart 59 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ ...
Ali Imran, ayat 121-123: Allah Menolong Dalam Perang Badar Padahal Kalian Saat Itu Lemah
Ali Imran, ayat 121-123: Allah Menolong Dalam Perang Badar Padahal Kalian Saat Itu Lemah Ali Imran, ayat 121-123 وَإِذْ غَدَوْتَ مِنْ أَهْلِكَ تُبَوِّئُ الْمُؤْمِنِينَ مَقاعِدَ ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.