KLIK QURAN DIGITAL

INDEKS AL QURAN ONLINE : Muhjizat Al Quran dalam Ilmu Pengetahuan  ASAL MULA JAGAD RAYA

Salah satu hal yang luar biasa dari Alquran adalah ilmu pengetahuan yang terkandung di dalamnya dan hal itu tidak ada di mukjizat-mukjizat para nabi terdahulu. Dengan demikian, Islam, agama yang disampaikan oleh Rasulullah SAW, mempunyai perhatian khusus perihal ilmu pengetahuan. Dalam Islam, orang-orang yang berilmu pun dimuliakan. Hal itu sebagaimana firman Allah dalam potongan QS al-Mujadilah ayat 11, “Allah akan meninggikan orangorang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

INDEKS AL QURAN ONLINE : Muhjizat Al Quran dalam Ilmu Pengetahuan  ASAL MULA JAGAD RAYA

  1. Al-Anbiya 30 Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?  (Apakah tidak) dapat dibaca Awalam atau Alam (melihat) mengetahui (orang-orang yang kafir itu, bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu merupakan suatu yang padu) bersatu (kemudian Kami pisahkan) Kami jadikan langit tujuh lapis dan bumi tujuh lapis pula. Kemudian langit itu dibuka sehingga dapat menurunkan hujan yang sebelumnya tidak dapat menurunkan hujan. Kami buka pula bumi itu sehingga dapat menumbuhkan tetumbuhan, yang sebelumnya tidak dapat menumbuhkannya. (Dan daripada air Kami jadikan) air yang turun dari langit dan yang keluar dari mata air di bumi (segala sesuatu yang hidup) tumbuh-tumbuhan dan lain-lainnya, maksudnya airlah penyebab bagi kehidupannya. (Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?) kepada keesaan-Ku.
  2. Fussilat 11 Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”. (Kemudian Dia menuju) bermaksud kepada (penciptaan langit dan langit itu masih merupakan asap) masih berbentuk asap yang membumbung tinggi (lalu Dia berfirman kepadanya dan kepada bumi, “Datanglah kamu keduanya) menurut perintah-Ku (dengan suka hati atau terpaksa”) kedua lafal ini berkedudukan sama dengan Hal, yakni baik dalam keadaan senang hati atau terpaksa (keduanya menjawab, “Kami datang) beserta makhluk yang ada pada kami (dengan suka hati”) di dalam ungkapan ini diprioritaskan Dhamir Mudzakkar lagi Aqil; atau khithab kepada keduanya disamakan dengan jamak.
BACA:   Fatwa MUI: Pluralisme/Islam Liberal Sesat

Sebagai manifestasi dari ajaran Alquran, Rasulullah SAW pun mengajarkan umat Islam menuntut ilmu pengetahuan. Kita pun bisa mengakses dalil yang berupa hadis, baik sahih, hasan, maupun dhaif, tentang perintah menuntut ilmu. “Barang siapa yang menapaki suatu jalan dalam rangka mencari ilmu maka Allah akan memudahkan baginya jalan ke surga.” (HR Ibn Majah & Abu Dawud).

Bahkan, ilmu yang bermanfaat merupakan amal yang pahalanya tidak terputus meskipun seseorang yang berilmu tersebut telah meninggal. Hal itu sebagaimana riwayat berikut, “Jika seorang anak Adam (manusia) meninggal maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga hal: sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang senantiasa mendoakannya.” (HR Muslim). Islam adalah agama yang mengindahkan ilmu pengetahuan, dan ilmu pengetahuan merupakan mukjizat yang diwariskan oleh Rasulullah SAW. Wallahu a’lam.

Mukjizat Nabi Muhammad Saw

Mukjizat Nabi Muhammad Saw memiliki kekhususan dibandingkan dengan mukjizat Nabi-Nabi lainnya. Semua mukjizat sebelumnya dibatasi oleh ruang dan waktu, artinya hanya diperlihatkan kepada umat tertentu dan masa tertentu. Sedangkan mukjizat al-Qur‟an bersifat universal dan abadi yakni berlaku untuk semua umat manusia sampai akhir zaman. Karena itu, al-Qur‟an adalah sebagai mukjizat terbesar dari semua mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah Swt kepada para Nabi sebelumnya dan kepada Nabi Muhammad Saw sendiri. Mukjizat-mukjizat para Nabi dan Rasul terdahulu berupa mukjizat materi bersifat indrawi, tetapi mukjizat Nabi Muhammad Saw berupa mukjizat ruhiyah yang bersifat rasional, kekal sepanjang masa, yaitu al-Qur‟an al-Karim sebagai mukjizat terbesar di antara mukjizat-mukjizat yang diberikan kepadanya. Begitu pula mukjizat-mukjizat yang diberikan kepada para Nabi dan Rasul sebelumnya, tidak nampak lagi fisik dan bekasnya, kecuali kisahnya saja yang dapat diketahui melalui pemberitaan al-Qur‟an sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad Saw.

BACA:   INDEKS AL QURAN ONLINE : Muhjizat Al Quran dan FENOMENA GEOGRAFIS DALAM AL QUR'AN KHUSUSNYA FENOMENA GELOMBANG JAUH DAN PENDEK

Al-Quran memiliki metode yang baik, kalimat-kalimatnya membentuk perpaduan yang serasi, dan kefasihan bahasa serta keringkasan ibaratnya dan pramasastranya benar-benar berbeda dengan kebiasaan yang berlaku di kalangan orang Arab. Karena mereka adalah orang-orang yang ahli dalam bidang ini dan sebagai jago-jago berbicara, mereka memiliki keahlian dalam bidang berpramasastra dan menguntai kata-kata bijak yang tidak dimiliki oleh bangsa-bangsa yang lain.

Ungkapan-ungkapan mereka lebih indah daripada untaian mutiara, dan dapat membuat hati terpesona karenanya, semua hambatan dan kesulitan bisa dimudahkan, dan semua malapetaka serta ujian dapat disingkirkan. Melalui keahlian mereka dalam berpramasastra, mereka dapat membuat orang pemberani menjadi pengecut, orang yang pengecut menjadi pemberani, orang yang mempunyai kekurangan menjadi tampak sempuna, dan orang yang semula terkenal menja di tidak terkenal.

Pengetahuan mereka sangatlah luas. Sekalipun demikian, Al-Quran jauh lebih unggul dari mere ka. Ia berbicara dan menyanggah mereka selama dua puluh tahun lebih sebagaimana telah dijelaskan dalam firman-Nya: “Atau (patutkah) mereka mengatakan, “Muhammad membuat-buatnya.” Katakanlah, “Kalau benar yang kalian katakan itu maka cobalah datangkan sebuah surat seperti itu dan panggillah siapa yang dapat kalian panggil (untuk membuatnya) selain Allah jika kalian orang-orang yang benar.” (QS Yunus (10) :38).

Mukjizat Al-Quran menyangkut gambaran susunannya yang menakjuban, uslub-uslubnya yang aneh dan berbeda pula uslub-uslub yang biasa berlaku dalam bahasa Arab, serta berbeda pula dari nizham dan natsar yang berlaku di kalangan mereka. Semua yang dikemukakan dalam Al-Quran berbeda, dan baik sebelumnya ataupun sesudahnya tidak pernah dijumpai hal yang serupa dengannya, serta tidak ada seorang pun yang mampu membuat sesuatu yang serupa dengannya.

Bahkan Al-Quran membuat mereka menjadi bingung dan kemampuan mereka melemah di hadapannya. Mereka tidak menemukan jalan untuk membuat hal yang setara dengannya dari kalam mereka. Mukjizat Al-Quran baik ditinjau dari segi keringkasan ungkapannya, balaghah (paramasastra). Atau dari segi ungkapannya yang aneh, masing-masing segi itu tidak mampu mereka melaku kannya, karena berada di luar jangkauan kemampuan mereka serta berbeda dengan kefasihan bicara mereka.

BACA:   Quran, Sains dan Asal Usul Kehidupan

 

.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *