KLIK QURAN DIGITAL

Ketika Surah Al Ikhlas Menjadi Trending Topic di Indonesia

Lam yalid walam yuuladu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Adalah ayat suci yang lagi ramai diperbincangkan masyarakat karena adanya ulama yang dipolisikan karena dianggap menistakan agama lainnya ketika menyampaikannya kepada umatnya. Bahkan beredar info secara viral di medos bahwa gara gara surat Al Ikhlas seorang mahasiswa Kristen menjadi mualaf. Satu ayat tersebut tercantum dalam Surah Al-Ikhlas adalah surah ke-112 dalam al-Qur’an. Surah ini tergolong surah Makkiyah, terdiri atas 4 ayat dan pokok isinya adalah menegaskan keesaan Allah sembari menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Kalimat inti dari surah ini, “Allahu ahad, Allahus shamad” (Allah Maha Esa, Allah tempat bergantung), sering muncul dalam uang dinar emas pada zaman Kekhalifahan dahulu. Sehingga, kadang kala kalimat ini dianggap sebagai slogan negara Khilafah Islamiyah, bersama dengan dua kalimat Syahadat.

Kisah Al Ikhlas Jadi Trending Topic dan Karwnanya Mahasiswa Jadi Mualaf

Sejak bergulirnya persoalan yang di bawah ke ranah hukum oleh Ketua Presidium Perhimpunan Mahasiswa Katholik Republik Indonesia (PMKRI), Angelo Wake Kako, terkait dengan ceramah Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) soal Surah Al Ikhlas “Lam Yalid Walam Yulad” (Tuhan tidak beranak dan tidak diperanakkan), rupanya berbuntut panjang. Buntut dari perselisihan yang diangkat oleh Angelo pertama kali ini menjadikan beberapa mahasiswa kristen justru menjadi penasaran dengan keberadaan ayat yang menceritakan kebesaran Allah SWT.

Seperti yang diceritakan oleh salah satu Mahasiswa Universitas Gajah Mada Yogyakarta, jurusan Sosial Politik, yang tidak menyebutkan namanya, namun tulisannya langsung menjadi viral di sosial media, ketika dia menceritakan pengalamannya dengan salah satu rekannya yang beragama Kristen Katholik.

Berikut sebagian kisah mahasiswa yang diposting dari sebuah akun milik @ronavioleta yang ikut menyebarkan screenshoot dari potongan cerita Mahasiswa yang sangat merindukan untuk bertemu dengan Habib Rizieq walaupun dulunya juga menjadi korban pemberitaan jika FPI hanyalah bagian dari perusak Agama Islam, hingga akhirnya sadar ketika munculnya kejadian Aksi Bela Islam I, II, dan III. Kami tuliskan sebagian dari dialog yang terjadi. Pihak redaksi mengedit, tanpa mengurangi makna dari isi cerita tersebut ;

Sampai dikampus saya duduk dekat teman yang kebetulan agamanya Katolik, lalu terjadilah dialog antara saya dengan teman saya tadi. Inilah dialognya secara singkat.

  • Teman Saya (TS) : hay Jon..uda denger kabar belum soal habib lu ?
  • Saya (Sy) : Kabar apaan ?
  • TS : ya itu si Riziq di laporin sama mahasiswa Kristebn soalnya dinilai nistain agama Kristen. Habib lu kena karma tuh !
  • Sy : (saya tertawa sambil bilang) yah…yang bikin laporan sudah mempermalukan kaum intelektual kalo saya liat jon…
  • TS ; Kenapa lu bilang begitu ? Lu gak tahu kalau si Rizieq sudah kelewatan, dia bilang kalau Tuhan beranak lalu siapa bidannya., saya sebagai umat beragama Katolik tersinggung nih dengan pernyataannya Rizieq, ini menyakiti hati saya.
  • Sy : Lu udah lihat videonya belum ? kalau belum….lihat dulu videonya di Youtube deh…yang Habib bahas itu dalam konteks agama Lu atau agamanya Habib…
  • TS ; Lah emang di Islam ada bahas Yesus Jon ?
  • Sy ; (saya ambil Al-Quran dan trerjemahannya di perpustakaan, saya bukain surat Al Ikhlas, lalu saya sodorin ke dia)….nih surat Al QUran yang dibahas habib di ceramahnya…
  • TS ; Boleh pinjam Jon ?
  • Sy ; Pinjem aja di perpustakaan kalau lu mau baca itu ada tafsirannya juga dibvawahnya lu baca juga ya…..
BACA:   QURAN DIGITAL: Tafsir Surat At Tahrim 11: Doa selamatkan dari Kaum Dzalim dan Diberi Bangunan Indah Di Surga

Besoknya pas tengah malam, dia telpon minta di ajarin baca syahadat. Soalnya mau masuk Islam, lalu minta di anterkan bertemu dengan Habib Rizieq ke Jakarta, saya jawab, nah saya aja gak pernah ketemu beliau kok, bagaimana mau anterin di ketemu… Menurut Mahasiswa Sospol ini, Surah Al Ikhlas saat ini sedang laku keras di buru oleh Mahasiswa Kristen, mereka semakin penasaran. Bahkan informasi yang diberikan, jika sampai dengan saat ini, sudah dua orang Mahasiswa di Kampusnya yang menjadi Muallaf, disebabkan ayat Lam Yalid Walam Yulad.

Bahkan video ceramah Habib Rizieq yang menurutnya sangat lucu, terkait dengan pertanyaan siapa bidannya, selain menjadi viral di media sosial, ternyata diburu dan ditonton justru oleh mahasiswa yang beragama Kristen. Mahasiswa sospol ini selain menceritakan kisahnya, rupanya juga menyimpan kerinduan untuk bertemu dengan Habib RIzieq, dan keinginannya dituangkan dalam akhir tuilisanya, “Kapaaan….bisa ketemu habib, jadi makin ngarep ketemu face to face nih (sedih)….moga2 habib panjang umur dan sehat terus, dan moga2 suatu saat nanti saya ditakdirin bertatap wajah dengan habib secara langsung. Amin..”

Asbabun Nuzul 

  • Ada beberapa hadits yang menjelaskan Asbabun Nuzul surah ini yang mana seluruhnya mengacu pada inti yang sama yaitu jawaban atas permintaan penggambaran sifat-sifat Allah di mana Allah itu Esa (Al-Ikhlas 112:1), segala sesuatu tergantung pada-Nya (Al-Ikhlas 112:2), tidak beranak dan diperanakkan (Al-Ikhlas 112:3), dan tidak ada yang setara dengan Dia (Al-Ikhlas 112:4).
  • Dilihat dari peristiwa paling pertama, Abdullah bin Mas’ud meriwayatkan bahwa sekelompok Bani Quraisy pernah meminta Nabi Muhammad untuk menjelaskan leluhur Allah dan kemudian turun surah ini. Riwayat lain bersumber dari Ubay bin Ka’ab dan Jarir bin Abdillah yang menyebutkan bahwa kaum Musyrikin berkata kepada Nabi Muhammad, “Jelaskan kepada kami sifat-sifat Tuhanmu.” Kemudian turun surah ini untuk menjelaskan permintaan itu. Dalam hadits ini, hadits yang bersumber dari Jarir bin Abdullah dijadikan dalil bahwa surah ini Makkiyah. Selain itu dari Ibnu Abbas dan Sa’id bin Jubair menyebutkan bahwa kaum Yahudi yang diantaranya Kab bin Ashraf dan Huyayy bin Akhtab datang menemui Nabi dan bertanya hal yang sama dengan hadits pertama, kemudian turun surah ini. Dalam hadits ini Sa’id bin Jubair menegaskan bahwa surah ini termasuk Madaniyah. Dan juga riwayat Qatadah menyebutkan Nabi Muhammad didatangi kaum Ahzab (Persekutuan antara kaum Bani Quraisy, Yahudi Madinah, Bani Ghatafan dari Thaif dan Munafiqin Madinah dan beberapa suku sekitar Makkah) yang juga menyanyakan gambaran Allah dan diikuti dengan turunnya surah ini.
  • Karena adanya berbagai sumber yang berbeda, status surah ini Makkiyah atau Madaniyah masih dipertanyakan dan seolah-olah sumber-sumbernya tampak kotradiksi satu-sama lain. Menurut Abul A’la Maududi, dari hadits-hadits yang meriwayatkannya, dilihat dari peristiwa yang paling awal terjadi, surah ini termasuk Makkiyah. Peristiwa yang pertama terjadi yaitu pada periode awal Islam di Mekkah yaitu ketika Bani Quraisy menanyakan leluhur Allah. Kemudian peristiwa berikutnya terjadi di Madinah di mana orang Nasrani atau orang Arab lain menanyakan gambaran Allah dan kemudian turun surah ini. Menurut Madudi, sumber-sumber yang berlainan tersebut menujukkan bahwa surah itu diturunkan berulang-ulang. Jika di suatu tempat ada Nabi Muhammad dan ada yang mengajukan pertanyaan yang sama dengan peristiwa sebelumnya, maka ayat atau surah yang sama akan diwahyukan kembali untuk menjawab pertanyaan tersebut. Selain itu, bukti bahwa surah ini Makkiyah adalah ketika Bilal bin Rabah disiksa majikannya Umayyah bin Khalaf setelah memeluk Islam. Saat disiksa ia menyeru, “Allahu Ahad, Allahu Ahad!!” (Allah Yang Maha Esa, Allah Yang Maha Esa!!). Peristiwa ini terjadi di Mekkah dalam periode awal Islam sehingga menunjukkan bahwa surah ini pernah diturunkan sebelumnya dan Bilal terinspirasi ayat surah ini.
  • Pendapat lain yaitu menurut as-Suyuthi. Menurutnya kata “al-Musyrikin” dalam hadits yang bersumber dari Ubay bin Ka’ab tertuju pada Musyrikin dari kaum Ahzab, sehingga mengindikasikan bahwa surah ini Madaniyyah sesuai dengan hadits Ibnu Abbas. Dan dengan begitu menurutnya tidak ada pertentangan antara dua hadits tersebut jika surah ini Madaniyah. Keterangan ini diperkuat juga oleh riwayat Abus Syaikh di dalam Kitab al-Adhamah dari Aban yang bersumber dari Anas yang meriwayatkan bahwa Yahudi Khaibar datang menemui Nabi dan berkata, “Hai Abal Qasim! Allah menjadikan malaikat dari cahaya hijab, Adam dari tanah hitam, Iblis dari api yang menjulang, langit dari asap, dan bumi dari buih air. Cobalah terangkan kepada kami tentang Tuhanmu.” Nabi tidak menjawab dan kemudian Jibril membawa wahyu surah ini untuk menjawab permintaan Yahudi Khaibar.
BACA:   Ilmu Tajwid Dasar Bagi Pemula

Keutamaan 

  • Dalam kisah-kisah Islam . Dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda bahwa pahala membaca sekali surah Al-Ikhlas sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an sehingga membaca 3 kali surah ini sama dengan mengkhatam Al-Qur’an. Kisah terkait hadits itu terekam dalam beberapa kisah. Seperti kisah ketika Nabi bertanya kepada sahabatnya untuk mengkhatam Al-Qur’an dalam semalam. Umar menganggap mustahil hal itu, namun begitu Ali menyanggupinya. Umar kemudian menganggap Ali belum mengerti maksud Nabi karena masih muda. Ali kemudian membaca surah Al-Ikhlas sebanyak 3 kali dan Nabi Muhammad membetulkan itu. Dalam hadits-hadits terkait hal ini, keutamaan surah Al-Ikhlas sangat memiliki peran dalam Al-Qur’an sehingga sekali membacanya sama dengan membaca sepertiga Al-Qur’an.
  • Riwayat Anas bin Malik juga merekam kisah berkaitan surah Al-Ikhlas yaitu di mana 70.000 malaikat diutus kepada seorang sahabat di Madinah yang meninggal hingga meredupkan cahaya matahari. 70.000 malaikat itu diutus hanya karena ia sering membaca surah ini. Dan karena banyaknya malaikat yang diutus, Anas bin Malik yang saat itu bersama Nabi Muhammad di Tabuk merasakan cahaya matahari redup tidak seperti biasannya di mana kemudian malaikat Jibril datang memberitakan kejadian yang sedang terjadi di Madinah

​Translasi Surat Al Ikhlas  

  1. Qul huwa allaahu ahadun, 
  2. Allaahu shamadu
  3. Lam yalid walam yuuladu, 
  4. Walam yakun lahu kufuwan ahadun. 

Terjemahan Surat Al Ikhlas 

  1. Katakanlah: Dia-lah Allah, Yang Maha Esa 
  2. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu 
  3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan 
  4. Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia

TOPIK DAN AYAT QURAN ATAU INDEKS QURAN

Klik di bawah Ini

§  AL QUR’AN §  MAKANAN DAN MINUMAN
§  IMAN §  PAKAIAN DAN PERHIASAN
§  IBADAH §  SEJARAH
§  NABI MUHAMMAD SAW  §  BANGSA – BANGSA TERDAHULU
§  ILMU §  NABI NABI
§  PEMERINTAHAN, PERADILAN DAN HAKIM §  PERKAWINAN DAN PERCERAIAN
§  HUKUM PIDANA, JINAYAH §  PERBANDINGAN AGAMA
§  HUKUM PRIBADI, WARISAN DLL §  ANAK ANAK
§  SOSIAL, EOKONOMI (MU’AMALAT) §  AKHLAQ DAN ADAB
§  JIHAD §  MAKANAN DAN MINUMAN
BACA:   Inilah Keuramaan Surah Al Ikhlas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *