June 19, 2021

KLIK QURAN

THE TRUTH WAY OF LIFE

SOMBONG PENGHALANG KE SURGA

5 min read

 

SOMBONG PENGHALANG KE SURGA

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ قَالَ رَجُلٌ إِنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أَنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسَنًا وَنَعْلُهُ حَسَنَةً قَالَ إِنَّ اللَّهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الْجَمَالَ الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi SAW, baginda bersabda: “Tidak akan masuk syurga, orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.” Seorang laki-laki bertanya, “Sesungguhnya laki-laki menyukai apabila baju dan kasutnya bagus – cantik (apakah ini termasuk kesombongan)?” Baginda menjawab: “Sesungguhnya Allah itu cantik dan menyukai yang cantik, kesombongan itu adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.”

(HR Muslim No: 131) Status: Hadis Sahih

Kandungan hadits

1. Sifat sombong adalah turunan iblis, merasa dirinya lebih baik dari yang lain.

2. Imam Nawawi berkata: Hadis ini berisi larangan dari sifat sombong yaitu menyombongkan diri kepada manusia, merasa diri sendiri lebih benar, paling lurus, paling khusuk, disertai merendahkan orang lain, serta merasa bosan, jenuh, bahkan menolak kebenaran yang datang dari Allah dan Rasul-Nya.

3. Tidak masuk syurga orang yang memiliki sifat sombong dalam dirinya walaupun sebesar biji sawi.

4. Sifat sombong, adalah merasa dia saja yang betul dan benar, kondisi demikian akan mendorong seseorang menolak kebenaran dan merendah serta menyepelekan orang lain.

5. Dalam kitab Riyadusshalihin, Sombong itu adalah menolak kebenaran dengan menolak dan berpaling darinya serta tidak mau menerimanya. Sedangkan meremehkan manusia yakni merendahkan dan meremehkan orang lain, memandang orang lain tidak ada apa-apa dan melihat dirinya lebih dibandingkan dengan orang lain.

6. Suka kepada keindahan pakaian tidak termasuk kepada sifat kesombongan.

Rasulullah SAW dalam hadis menjelaskan definisi sombong :

الْكِبْرُ بَطَرُ الْحَقِّ وَغَمْطُ النَّاسِ

Sombong ialah tidak menerima kebenaran dan menghina sesama manusia. HR Muslim 131

Menurut Raghib Al Asfahani Ia mengatakan, “Sombong adalah keadaan seseorang yang merasa bangga dengan dirinya sendiri . Memandang dirinya lebih besar dari pada orang lain, Kesombongan yang paling parah adalah sombong kepada Rabbnya dengan menolak kebenaran dan angkuh untuk tunduk kepada-Nya baik berupa ketaatanataupun mengesakan-Nya”. Fathul Bari 10 hal 601

BACA:   Inilah Perbedaan Hadits Tentang Qauliyah, Fi’liyah dan Taqririyah

Dalam buku ihya’ ulumuddin Al-Ghazali nendefinisikan sombong adalah suatu sifat yang ada didalam jiwa yang tumbuh dari penglihatan nafsu dan tampak dalam perbuatan lahir. Mutiara Ihya Ulumuddin 1997:293

Secara universal maka, perbuatan sombong dapat dipahami dengan membanggakan diri sendiri, mengganggap dirinya lebih dari orang lain. perbuatan sombong dibagi beberapa tingkatan yaitu:

Kesombongan terhadap Allah SWT, yaitu dengan cara tidak tunduk terhadap perintahnya, enggan menjalankan perintahnya

Sombong terhadap rasul, yaitu perbuatan enggan mengkuti apa yang diajarkannya dan menganggap Rasulullah sama sebagaimana dirinya hanya manusia biasa.

Sombong terhadap sesama manusia dan hamba ciptaanya, yaitu menganggap dirinya lebih dari orang lain dan makhluk ciptaan Allah yang lain dengan kata lain menghina orang lain atau ciptaan Allah lainya.

Allah SWT berfirman dalam Q.S Al-Isra’: 37

وَلا تَمْشِ فِي الأرْضِ مَرَحًا إِنَّكَ لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ وَلَنْ تَبْلُغَ الْجِبَالَ طُولا (٣٧)

dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.

مَرَحًا :
Kesombongan dan kecongkakan. dalam tafsir Al-Qurtubi pengertiannya adalah kegembiraan yang sangat, sombong dalam berjalan.

لَنْ تَخْرِقَ الأرْضَ :
Kamu takkan dapat menjadikan jalan di bumi dengan pijakanmu dan jejakmu yang hebat.[

Dalam ayat ini Allah SWT melarang hambanya berjalan dengan sikap congkak dan sombong di muka bumi. Sebab kedua sikap ini adalah termasuk memuji diri sendiri yang tidak disukai oleh Allah dan orang lain.

Almaraghi dalam tafsirnya menjelaskan ayat ini bahwa, seorang manusia hendaknya jangan berjalan dengan sikap sombong, bergoyang-goyang seperti jalannya raja yang angkuh. Sebab dibawahnya terdapat bumi yang tidak akan mampu manusia menembusnya dengan hentakkan dan injakkan kakinya yang keras terhadapnya. sedang diatasnya terdapat gunung yang takkan mampu manusia menggapai, menyamai dengan ketinggian atau kesombongannya.

BACA:   Video Kristologi : Orang Kristiani Cinta Yesus Harus Percaya Dikatakannya Bahwa Ada Nabi Penutup

Dalam tafsir Al-Qurtubi maksud menyamai gunung adalah manusia dengan dengan kemampuanya ia tidak akan bisa mencapai ukuran seperti itu. Sebab manusia adalah hamba yang sangat hina yang dibatasi dari bawah dan atasnya. Sedang sesuatu yang dibatasi itu terkungkung dan lemah. Dan yang dimaksud dengan bumi, adalah engkau menembusnya dan bukan menempuh jaraknya. Jadi manusia dilingkupi oleh dua benda mati yang kamu lemah dari keduanya. Maka bagi orang yang lemah dan terbatas, tak patut baginya bersikap sombong.

loading...

Материалы по теме:

Keutamaan Qiyamullail atau Shalat Malam Menurut Quran dan Hadits
Keutamaan Qiyamullail atau Shalat Malam Menurut Quran dan Hadits Diberi Tempat Yang Terpuji. وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُp ...
Allah Dalam Quran Telah Memperingatkan Berulangkali Para Penganut Trinitas, Yesus (Nabi Isa) Dianggap Sebagai Tuhan
Allah dalam Firmannya Yang ditulis dalam Quran menyebutkan, bahwa Isa putra Maryam adalah hamba, Nabi dan Rasul Allah Ta‘āla. Dia bukan anak Tuhan dan ...
Keutamaan dan Dahsyatnya Ayat Terakhir Al Baqarah
اٰمَنَ الرَّسُوْلُ بِمَاۤ اُنْزِلَ اِلَيْهِ مِنْ رَّبِّهٖ وَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۗ كُلٌّ اٰمَنَ بِا للّٰهِ وَمَلٰٓئِكَتِهٖ وَكُتُبِهٖ وَرُسُلِهٖ ۗ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ اَحَدٍ مِّنْ رُّسُلِهٖ ۗ وَقَا لُوْا سَمِعْنَا وَاَ طَعْنَا ...
QURAN DIGITAL: Tafsir Al-Baqarah, ayat 211-212: Dunia Nyata Indah Bagi Kafir, Mereka Memandang hina Orang Beriman, Padahal Lebih Mulia
Tafsir Quran Al-Baqarah, ayat 211-212: Dunia Nyata Indah Bagi Kafir, Mereka Memandang hina Orang Beriman, Padahal Lebih Mulia
BACA:   Kisah Inspiratif Keteladanan Bilal bin Rabah Radhiallahu 'anhu
Al-Baqarah, ayat 211-212   {سَلْ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَمْ آتَيْنَاهُمْ ...
Doa Pilihan Al Quran: Doa Mohon Kasih Sayang dan Ampunan untuk Orang Tua
  Doa Mohon Kasih Sayang untuk Orang Tua رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرً Rabbiirhamhumaa kamaa rabbayaanii shaghiiran Wahai Tuhanku! Sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku pada ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.