September 26, 2021

KLIK QURAN

THE TRUTH WAY OF LIFE

Banyak Kiai NU Tidak Setuju Islam Nusantara

3 min read

Banyak Kiai NU Tidak Setuju Islam Nusantara

Kontroversi “Islam Nusantara” sebagai tema utama Muktamar NU ke-33 terus berlanjut. Di media sosial, masalah Islam Nusantara ini banyak jadi polemik dan bahkan menuai kecaman. Bagaimana di internal NU? Ternyata banyak kiai Nahdlatul Ulama (NU) yang tak setuju dengan istilah Islam Nusantara jadi tema utama Muktamar NU ke-33 di alun-alun Jombang. Menurut mereka, istilah Islam Nusantara mempersempit ruang lingkup Islam dan cenderung eksklusif. ”Padahal NU sendiri tidak hanya di Indonesia tapi juga berkembang di luar negeri. Bagaimana dengan teman teman NU yang berada di Singapura, Malaysia dan sebagainya,” kata KH Misbahussalam, Wakil Ketua Pengurus Cabang Nahdjatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jember, seperti dikutip dari laman nugarislurus.com, Selasa (07/07).

Bahkan, menurut Misbah, ada dugaan disosialisasikannya Islam Nusantara untuk mengakomodasi ajaran yang bertentangan dengan Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja). Apalagi mulai muncul pendapat bahwa Syiah di Indonesia ada lebih dulu ketimbang Sunni. Artinya, Syiah harus diakomodasi oleh Islam Nusantara karena bagian dari khazanah atau kekayaan agama Nusantara. ”Panitia Muktamar harus mengganti istilah Islam Nusantara dengan istilah yang tidak bertentangan dengan ideologi NU,” katanya.

Tokoh lainnya, KH Muhsyiddin Abdusshomad, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Jember juga minta agar Panitia Muktamar NU ke-33 memakai Islam Rahmatan Lil Alamin yang selama ini sudah jadi jati diri NU. “Istilah Islam Rahmatan lil Alamin yang dipakai selama ini sudah benar karena ada rujukannya dalam Al Quran,” katanya, Selasa (07/07). Menurut dia, istilah Islam Nusantra tak punya sumber baik dalam Al-Quran, hadits, ijma maupun qiyas. ”Justru banyak pihak baik di internal maupun eksternal NU menyerang NU karena persoalan istilah Islam Nusantara,” kata
Kiai Muhyiddin. Tak ketinggalan, salah seorang tokoh deklarator PKB, KH Muhith Muzadi juga mengaku tak setuju dengan islah Islam Nusantara. Alasannya, Islam itu satu. Yaitu Islam yang sudah jelas ajarannya. “Rumusan khittah itu sudah jelas dan itu adalah ideologi NU. Kalau ada Islam Nusantara pasti ada mafhum mukholafah. Berarti Islam non-Nusantara,” kata kiai penggagas khittah NU 26 yang diratifikasi KH Ahmad Siddiq itu.

BACA:   Hadits Nabi Muhammad DZIKIR DAN DO'A

Sumber: www.nugarislurus.com

 

 

loading...

Материалы по теме:

Di Sinilah Tempat Kemunculan Dajjal
  Disinilah Tempat Kemunculan Dajjal Dajjal adalah seorang tokoh dalam eskatologi Islam yang akan muncul menjelang kiamat. Dajal dikatakan kafir dan jahat, pembawa fitnah (ujian) terbesar dan tidak ada ujian yang ...
INDEKS QURAN : SEJARAH SERTA AYAT DALAM QURAN
  Al-Qur'an atau Qur'an adalah sebuah kitab suci utama dalam agama Islam, yang umat Muslim percaya bahwa kitab ini diturunkan oleh Tuhan, kepada Nabi Muhammad.Kitab ...
Pembagian 30 Juz Dalam Quran
  Juz, adalah sebuah cara pembagian al-Qur'an di mana keseluruhan Al Qur'an dipecah atas 30 juz. Tujuan pembagian ini adalah untuk memudahkan mereka yang ingin menyelesaikan pembacaan ...
Berbagai Penolakan Terhadap Islam Liberal
Berbagai Penolakan Islam Liberal di Indonesia dan di Dunia Jaringan Islam Liberal adalah forum terbuka untuk membahas dan menyebarluaskan konsep liberalisme Islam di Indonesia. Prinsip ...
Ada Apa Dengan Kedahsyatan 10 Ayat Awal dan Akhir Al Kahfi ?
  10 Ayat Pertama Surat Al Kahfi 1-10
BACA:   Kontroversi Tokoh Islam Liberal di Indonesi dan Penolakannya
اَ لْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلٰى عَبْدِهِ الْكِتٰبَ وَلَمْ يَجْعَلْ لَّهٗ عِوَجًا    ٚ al-hamdu lillaahillaziii anzala 'alaa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.